Kecelakaan Mobil Toyota Rush, Enam Penumpang Satu Keluarga Tewas. Begini Kronologinya!

<b>Kecelakaan Mobil Toyota Rush, Enam Penumpang Satu Keluarga Tewas. Begini Kronologinya!</b>

Petugas sedang mengevakuasi korban dari persawahan

Minggu, 21 Juli 2024 22:36 WIB

DELI SERDANG, POTRETNEWS.com - Tabrakan maut dialami sebuah mobil Toyota Rush sarat penumpang terjadi di dekat sebuah persawahan, pada Minggu (21/7/24). Enam nyawa dalam satu keluar melayang. Sedangkan satu lagi dalam kondisi kritis.

Peristiwa ini terjadi Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (21/7/2024). Berikut kronologis kejadiannya.

Saat itu, mobil Toyota Rush yang ditumpangi korban melintas perlintasan rel kereta api tanpa palang. Nah, di saat bersamaan muncul kereta api penumpang Sri Bilah KA U51A datang dari arah Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, menuju Kota Medan. Kecelakaan pun tak terelakkan.

"Jadi mobil Toyota Rush bernomor polisi BK 1496 MAA yang dikendarai korban warna hitam, terseret sepanjang lebih kurang 30 meter dan masuk ke persawahan," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lubuk Pakam, AKP H Rusdi saat dihubungi, Minggu (21/7/24), dilansir tribunnews.com.

Dijelaskan, sekira pukul 12.40 WIB, anggota polisi dari Polsek Lubuk Pakam dan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Kota (Polresta) Deli Serdang langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi para korban.

Setelah proses evakuasi, enam korban dinyatakan tewas. Seluruh korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Amri Tambunan. Sementara, korban kritis dibawa ke Rumah Sakit Sari Mutiara Lubuk Pakam.

Disebutkan, sejauh ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Enam korban tewas dalam kecelakaan itu adalah Ramses Manullang berstatus ayah (51) dan lima anaknya yakni Gabriella Dwiyana Manullang (28), Sarah Tabita Manullang (26), Yohanes Manullang (24), David Junior Manullang (22), dan Niko Monang Manullang (20).

Sementara, satu penumpang lainnya yang merupakan istri Ramses bernama Herawaty Manurung (52), dalam kondisi kritis.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id