Sempat Alami Gangguan, Akhirnya Sistem IT Sejumlah Maskapai Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Kembali Normal

<b>Sempat Alami Gangguan, Akhirnya Sistem IT Sejumlah Maskapai Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Kembali Normal</b>

Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

Sabtu, 20 Juli 2024 12:29 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sempat mengalami gangguan pada Jumat (19/7/24), akhirnya sistem Informasi dan Teknologi (IT) yang dialami beberapa maskapai penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru kembali normal.

Hal itu diakui Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Radityo Ari Purwoko alias Oki di Pekanbaru, Sabtu (20/7/24).

Menurur Oki, saat ini sistem IT sejumlah maskapai sudah berjalan normal dan operasional penerbangan berjalan lancar.

Diakuinya, sebelumnya gangguan sistem IT global berdampak pada beberapa maskapai, seperti Citilink, AirAsia, dan Scoot Tiger yang mengakibatkan keterlambatan penerbangan dan proses check-in manual.

“Namun, pihak bandara dan maskapai telah mengambil langkah antisipasi dengan menggunakan aplikasi manual untuk boarding pass dan bag tagging sehingga operasional bandara tetap aman terkendali,” sebut Oki, dilansir jpnn.com.

Dipaparkannya, penerbangan yang sempat mengalami kendala adalah Citilink dengan nomor penerbangan QG 939 dari PKU ke CGK yang dijadwalkan berangkat pukul 14.20 dengan jumlah penumpang sebanyak 177 orang sempat terdampak selama 20 menit dikarenakan peralihan dari sistem otomatis ke manual. Proses check-in dilakukan secara manual untuk sekitar 60 penumpang.

Kemudian, penerbangan AirAsia AK 429 dari PKU ke KUL yang dijadwalkan berangkat pukul 16.10 mengalami keterlambatan sekitar 40 menit. Namun Oki memastikan secara keseluruhan operasional tetap aman terkendali.

Seperti diketahui, gangguan sistem IT juga dialami penerbangan di sejumlah negara. Termasuk penerbangan di Amerika Serikat.

Di negera adidaya itu, sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan karena adanya masalah teknis pada jaringan komputer milik lembaga-lembaga pemerintah dan perusahaan.

Masalah teknis ini juga menghambat berbagai aktivitas di sektor lain seperti perbankan hingga layanan 911.

Melansir dari CNN, Sabtu (20/7/24), permasalahan bermula saat perusahaan keamanan siber, Crowdstrike, melakukan update perangkat pada OS Microsoft. Namun saat melakukan update, program yang disiapkan memiliki sejumlah masalah yang mempengaruhi kinerja banyak perangkat komputer di AS.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id