Tahun 2024 Ini, SKK Migas Targetkan Investasi Hulu Migas di Riau Mencapai Rp69 Triliun

Tahun 2024 Ini, SKK Migas Targetkan Investasi Hulu Migas di Riau Mencapai Rp69 Triliun

Ilustrasi

Minggu, 07 Juli 2024 20:32 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com - Pada tahun 2024 ini, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan invetasi hulu migas di Provinsi Riau mencapai Rp 69 triliun.

Hal itu diungkapkan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, saat pertemuan SKK Migas dengan Penjabat (Pj) Gubernur Riau di Jakarta, baru-baru ini. Dalam pertemuan itu dibahas isu operasional serta upaya bersama dalam peningkatan produksi hulu migas di Provinsi Riau.

Menurut Dwi Soetjipto, Provinsi Riau merupakan penghasil minyak mentah terbesar di Indonesia saat ini, dengan kinerja lifting migas mencapai 180.000 BOPD (Barrel of Oil Per Day / barel minyak per hari) atau 30 persen dari lifting nasional.

Untuk mengatasi berbagai isu di lapangan, kata Dwi Soetjipto, tentu dibutuhkan sinergi bersama antara SKK Migas dan Pemprov Riau. Sehingga target 1 juta BOPD tercapai.

Bukan itu saja. Keberadaan industri hulu migas juga harus memberikan dampak positif kepada masyarakat antara lain melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Migas, Participating Interest (PI) 10 persen dan program pengembangan masyarakat.

"Total realisasi investasi hulu migas di Provinsi Riau selama tahun 2020 hingga 2023 mencapai Rp 274 triliun. Sementara itu, rencana investasi di tahun 2024 sebesar Rp 69 triliun," kata Dwi dalam keterangan resmi, Sabtu (6/7/24), dilansir kontan.co.id.

Disampaikannya, investasi dari hulu migas tentunya juga akan memberikan multiplier effect bagi Provinsi Riau. Dimana SKK Migas akan terus mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menyerap tenaga kerja lokal serta memprioritaskan penyediaan barang dan jasa lokal.

Dalam pertemuan tersebut, dia juga menyampaikan empat hal terkait dukungan operasional yang diperlukan dari Pemprov Riau yakni masih adanya kendala infrastruktur di sekitar wilayah operasi yang memerlukan dukungan perbaikan oleh Pemprov Riau, dukungan pemulihan situasi darurat di Wilayah Kerja (WK) CPP yang menyebabkan turunnya produksi sejak Februari 2024, tumpang tindih lahan di area kawasan hutan, dan kendala pengadaan tanah skala besar.

Sementara itu, Pj Gubernur Provinsi Riau, SF Hariyanto, menegaskan komitmen dari Pemprov Riau untuk mendukung kelancaran operasi hulu migas di wilayahnya.

SF Hariyanoto menyatakan bahwa langkah-langkah konkret akan segera diambil dengan melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait untuk mengatasi berbagai isu yang disampaikan oleh SKK Migas.

β€œHal ini penting, terlebih lagi Riau telah mengelola PI 10 persen melalui BUMD Riau Petroleum di WK Rokan, Siak, dan Kampar. Sehingga Pemprov berkepentingan agar operasi migas dapat berjalanlancar tanpa hambatan berarti, sehingga target produksi dapat tercapai,” ujar SF Hariyanto.

Pj Gubernur Riau uga berharap sinergi antara SKK Migas dan Pemprov Riau dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, peningkatan produksi migas di wilayah Provinsi Riau tidak hanya penting bagi sektor energi nasional tetapi juga memiliki dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat.

"Sinergi ini akan membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program dan kontribusi ekonomi yang berkelanjutan," tandasnya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id