Festival Raja Ali Haji akan Dijadikan Agenda Rutin Tahunan

Festival Raja Ali Haji akan Dijadikan Agenda Rutin Tahunan
Sabtu, 06 Juli 2024 12:08 WIB

TANJUNGPINANG, POTRETNEWS.com - Festival Raja Ali Haji yang kali ini digelar untuk menyambut persinggahan Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) 2024 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau (Kepri) dilangsungkan pada 5-7 Juli 2024. Ke depan, festival ini akan dijadikan agenda rutin tahunan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Juramadi Esram dalam pembukaan Festival Raja Ali Haji di Tanjungpinang pada Jumat (5/7/24) malam. Disampaikan, Festival Raja Ali Haji menjadi kegiatan pertama berkaitan dengan Raja Ali Haji setelah 28 tahun lamanya.

"Kalau tidak salah tahun 1996 pernah juga diadakan simposium Raja Ali Haji, tahun ini kami laksanakan kembali dan Insya Allah Festival Raja Ali Haji ini akan kami lakukan setiap tahun," katanya, dilansir antaranews.com.

Menurutnya, rencana itu sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri untuk senantiasa membangkitkan semangat peninggalan Raja Ali Haji.

Pasalnya dalam banyak seminar telah disepakati bahwa bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu, khususnya Melayu Riau yang tata bahasanya disusun oleh Raja Ali Haji di Pulau Penyengat.

Rombongan Laskar Rempah MBJR 2024 pada Jumat (5/7/24) siang juga sempat diajak mengikuti Haul Raja Ali Haji yang menurut sejumlah catatan meninggal di Pulau Penyengat pada medio 1870-1873.

"Artinya sudah 150 tahun sejak Raja Ali Haji meninggal, tapi umur beliau masih panjang berlanjut karena karya-karyanya masih terus kita pelajari," kata Juramadi.

Ia menekankan kembali Festival Raja Ali Haji dapat membangkitkan semangat bukan hanya bagi para ahli waris tokoh asal Pulau Penyengat itu, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia, mengingat Raja Ali Haji sejak 2004 telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Salah satu rangkaian acara dalam Festival Raja Ali Haji akan dilakukan Simposium Budaya Menyulam Silam Sejarah Jalur Rempah dan Ketokohan Raja Ali Haji yang menghadirkan dua pembicara asal Malaysia, yakni Prof Madya Dr Norazimah dan Dato' Dr R.A. Hufaizah Hashim.

"Kami meminta Laskar Rempah turut hadir di simposium besok supaya ada yang didapat dari persinggahan ke Pulau Penyengat," kata Juramadi.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Pemerintahan
wwwwww
www.amsi.or.id