Sejak 14 Juni 2024, Lebih dari 18 Ton Garam Ditabur di Langit Riau agar Hujan Turun Membasahi Hutan dan Lahan
![]() |
Satu unit pesawat Cassa dikerahkan untuk menaburkan garam sebagai upaya modifikasi cuaca di wilayah Riau. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sejak 14 Juni 2024, lebih dari 18 ton garam ditabur di langit Riau. Penyemaian itu dilakukan untuk memodifikasi cuaca agar hujan turun membasahi bumi Riau. Hal ini juga sebagai upaya mengantisikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu diakui Budi Harsoyo, mewakili Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jumat (5/7/24). Menurutnya, penyemaian bibit garam itu merupakan langkah preventif dalam upaya mitigasi bencana karhutla.
Diterangkannya, dengan memodifikasi cuaca, diharapkan terjadi pembasahan lahan gambut dari air hujan. Dengan begitu, tingkat kemudahan terjadinya karhutla dapat diminimalisir.Diakuinya, sejak dilakukan operasi modifikasi cuaca yakni selama 20, telah menunjukkan terjadinya peningkatan tinggi muka air tanah (TMAT) gambut di Bumi Lancang Kuning, sebutan lain Provinsi Riau. Kenaikannya berkisar antara 4 centimeter hingga 28 centimeter. Kenaikan ini terlihat di beberapa stasiun observasi di Riau.Menurutnya, peningkatan atau kenaikan TMAT mengindikasikan adanya hujan akibat intervensi operasi modifikasi cuaca.Seperti diketahui, untuk operasi modifikasi cuaca dengan cara menyemai bibit garam di langit Riau, pihak terkait melibatkan satu unit pesawat Casa 212-400 A-2116 yang dioperasikan oleh kru penerbang Skadron 4 TNI AU.Muhammad Amin Nasution

























