Home > Berita > Umum

Baca Puisi Karya Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Rektor Unilak Prof Junaidi Dukung Pendirian Kementerian Kebudayaan

Baca Puisi Karya Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Rektor Unilak Prof Junaidi Dukung Pendirian Kementerian Kebudayaan
Minggu, 30 Juni 2024 15:17 WIB
Ofika Rahmat Julias

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan Provinsi Riau Drs Yoserizal Zein membuka malam puncak Laman Cipta Sastra tahun 2024 yang diadakan di Taman Budaya Riau, Jalan Sudirman, Sabtu (29/6/2024).

Malam puncak Laman Cipta Sastra dihadiri oleh seniman Riau dari berbagai daerah seperti; Pekanbaru, Siak, Rohul, Kampar, Kuansing dan lain-lain. Beberapa seniman yang tampil dan hadir yaitu; Prof Dr Junaidi (Ketua Dewan Pendidikan Riau yang juga Rektor Universitas Lancang Kuning atau Unilak), Ketua DKR Riau Taufik Hidayat alias Atan Lasak, Fedli Aziz, dan Jefrizal.

Rangkaian kegiatan malam puncak Laman Cipta Sastra diisi dengan berbagai kegiatan, seperti parade baca puisi, dan pengumuman lomba puisi tingkat provinsi Riau.

Rektor Universitas Lancang Kuning Prof Junaidi, didaulat untuk membacakan puisi. Junaidi memilih untuk membaca puisi karya Calon Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto. Puisi itu berjudul Pesan Ramadhan dan Persahabatan Prabowo Subianto. Junaidi yang malam itu mengenakan rompi dan topi, terlihat energik. Saat tampil, dia mendapatkan tepuk tangan meriah dari 100-an penonton.

Ditemui usai baca puisi, Prof Junaidi memberikan dukungan pendirian Kementerian Kebudayaan di Indonesia. Menurutnya, Indonesia harus memberikan perhatian yang lebih pada kebudayaan karena kebudayaan merupakan kekuatan utama yang menyatukan bangsa Indonesia. Keberagaman budaya Indonesia harus dikelola sebagai kekuatan untuk memajukan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Junaidi menegaskan perlu program repatriasi atau pengembalian kembali naskah kuno atau manuskrip bangsa Indonesia yang berada di luar negeri.

”Manuskrip itu warisan intelektual bangsa Indonesia sehingga kita punya hak untuk mengambil kembali. Manuskrip yang dulu dibawa oleh penjajah pada masa kolonial perlu kita pulangkan ke Indonesia segera. Kita harus menyusun strategi untuk mengembalikan warisan budaya itu,” ujar Prof Junaidi.

Selain itu, Junaidi juga menyuarakan program dana abadi kebudayaan untuk membangun ekosistem kebudayaan di Indonesia. Dana abadi kebudayaan dapat mendorong program-program kebudayaan di Indonesia.

Di tempat yang sama Kadis Kebudayaan Riau, Yoserizal Zein mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba cipta puisi, cerpen dan pantun. Laman Cipta Sastra merupakan bagian dari menggali kreativitas seniman seniman Riau.

”Kita tahu bahwa pantun telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Unesco. Kebudayaan itu, menjadi salah satu kemudi pembangunan dalam membangun sebuah negeri. Kebudayaan dan kesenian harus menjadi fondasi dari setiap kebijakan pembangunan. Karena Kebudayaan memiliki peran strategis bagi sebuah bangsa," ucapnya.

Usai sambutan Kadis Kebudayaan, dilanjutkan dengan Parade Puisi, penampilan pertama diawali oleh seniman Riau asal Meranti Atan Lasak, beberapa seniman muda Riau juga ambil ambil bagian seperti Awi Anjung, Rizal pemain gambus, dan Muklis.***

Kategori : Umum, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id