PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Untuk pengembangan ke depan, Masjid Raya An-Nur Pekanbaru membutuhkan sejumlah program prioritas kegiatan dan pembangunan infrastruktur masjid.
Hal itu disampaikan Abdullah, salah seorang Pengurus Masjid Raya Annur Provinsi Riau, pada rapat umum dan koordinasi Pemerintah Provinsi Riau bersama Badan Pengurus Masjid Raya (BMPR) Annur Pekanbaru, di Masjid Raya An-Nur Pekanbaru, Jumat (28/6/24).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Raja Indra. Dalam acara ini hadir perwakilan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti dari Biro Umum, dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), dan dari pihak terkait lainnya.
Menurut Abdullah, beberapa prioritas kebutuhan dalam pembangunan Masjid Raya An-Nur Pekanbaru ke depan yakni penggantian tandon air dan perbaikan tangga, pergantian eskalator dan lift, dan pergantian sound sistem."Lalu kita juga butuh pengadaan mesin pembersih lantai granit, penggantian perbaikan kamar mandi/tempat wudhu," sebut Abdullah."Kita juga perlu peningkatan penerangan kawasan seperti di area parkir dan penataan kawasan parkir kendaraan agar ke depannya lebih tertata rapi," lanjut Abdullah.
Bukan itu saja. Menurut Abdullah, juga diperlukan perbaikan kebocoran atap bangunan di beberapa titik, penyediaan ruang Laktasi (ibu menyusui), penambahan CCTV, juga penyediaan ruang transit VIP di belakang Mihrab.Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengungkapkan saat membangun payung elektrik di Masjid Raya An-Nur Pekanbaru, tiang bendera dan neon box yang dibuat pihak masjid waktu itu, sempat dilepas. Tapi ketika mau dipasang kembali, tentu butuh biaya lagi.Lebuh jauh diuraikan, pihak masjid juga memerlukan pengadaan meubeller untuk rumah singgah dan ruang ketua. Selain itu, juga perlu adanya pengadaan karpet sajadah outdoor dan penyediaan spot foto bagi pendatang luar daerah ataupun untuk masyarakat luas.Sementara itu, Pj Sekdaprov Riau, Raja Indra menyatakan bahwa Pemprov Riau menyiapkan anggaran untuk pengadaan pengembangan dan perbaikan Masjid Raya An-Nur ini."Sudah kita anggarkan. Tolong nantinya saat dialokasikan bisa disesuaikan baik untuk yang prioritas maupun yang tidak. Khususnya untuk area parkir dan juga space turun tangga agar dirapikan," kata Pj Sekdaprov Riau.
Diakuinya, jika melihat dari sejumlah kebutuhan masjid sesuai yang dipaparkan pengurus, tentunya kebanyakan mendesak."Kalau kita tunggu tahun 2025, ya kami yakin akan semakin parah kondisinya. Tentu harus kita pilah mana yang akan kita akomodir pada APBD Perubahan tahun 2024 ini," sebur Raja Indra.Menurutnya, sejumlah kebutuhan yang dipaparkan pengurus masjid itu, tentunya melibatkan dua OPD yang menaunginya yaitu Dinas PUPR dan Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau. Karena itu, Pj Sekdaprov meminta kepada Biro Umum Setdaprov Riau untuk menyiapkan kebutuhan masjid, seperti sound sistem, CCTv dan sebagainya.Selain itu, dia minta agar ada komunikasi dan kerja sama dengan Dinas PUPR. Sehingga sejumlah kebutuhan terakomodir semuanya. "Optimalkan pembangunan di Masjid Raya An-Nur ini," pungkasnya.***
Editor:Muhammad Amin Nasution