Home > Berita > Umum

Antisipasi Inflasi yang Mendekati Ambang Batas, Pemkot Pekanbaru Siapkan Rencana Pemberian Subsidi Transportasi Angkutan Bahan Pokok

Antisipasi Inflasi yang Mendekati Ambang Batas, Pemkot Pekanbaru Siapkan Rencana Pemberian Subsidi Transportasi Angkutan Bahan Pokok

Transaksi jual beli kebutuhan pokok di salah satu pasar tradisional

Kamis, 27 Juni 2024 21:43 WIB
p>PEKANBARU, POTRETNEWA.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan subsidi transportasi untuk angkutan bahan pokok dari daerah penghasil. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan inflasi di Kota Pekanbaru.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin di Pekanbaru, Kamis (27/6/28).

Disampaikan, dengan pemberian subsidi transportasi untuk angkutan bahan pokok dari daerah penghasil itu, diharapkan harga komoditi yang dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari tetap stabil.

Menurutnya, pemberian subsidi merupakan intervensi atau upaya pemerintah supaya harga kebutuhan pokok stabil dan ketersediaannya tetap terjamin di pasaran.

Diakui Zulhelmi Arifin, Pemko Pekanbaru akan terus berupaya agar inflasi tetap berada di bawah target (ambang batas) maksimal, yakni 3,5 persen. Inflasi saat ini berada di kisaran 3,3 persen. Artinya sudah mendekati ambang batas.

Sebelum angka inflasi itu sampai di ambang batas, maka perlu dilakukan berbagai upaya antisipatif. Satu dari sekian upaya antisipatif yang dilakukan adalah menyiapkan subsidi tranportasi untuk angkutan bahan pokok tersebut.

Diterangkan, berbagai langkah antisipasi dalam rangka menekan laju inflasi, tentunya tidak bisa dilakukan Pemko Pekanbaru sendiri. Tapi harus berkolaborasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk dengan Pemerintah Provinsi dan pihak swasta.

Lebih jauh dikatakan, harga kebutuhan pokok di pasaran sangat mempengaruhi tingkat inflasi daerah. Harga cabai merah, misalnya. Kenaikan harga komoditi ini tentu mempengaruhi kenaikan angka inflasi.

Begitu juga komoditi lain, seperti besar SPHP. Dimana saat ini harga dari pemerintah juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya Harga Eceran Tertinggi (HET) beras tersebut sebesar Rp11.500 perkilogram (kg), kini melonjak menjadi Rp13.100 per-kg.

Nah, untuk mengantisipasi agar kenaikan harga sejumlah komoditi dapat ditekan, maka diperlukan beberapa langkah yang sifatnya antisipatif. Salah satu langkah yang ditempuh, sebutnya lagi, yakni menyiapkan subsidi transportasi dimaksud.

Bukan itu saja, imbuhnya, Disperindag dan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru juga diminta untuk melakukan pendataan angkutan bahan pokok yang masuk ke Kota Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau.

Menurutnya, data tersebut dipersiapkan bilamana sewaktu-waktu ada kenaikan harga akibat berkurangnya suplai dari daerah penghasil. Dengan adanya data tersebut, maka Pemko Pekanbaru sudah siap menerapkan rencana pemberian subsidi transportasi untuk angkutan bahan pokok tersebut.

Untuk Dinas Ketahanan Pangan, sambungnya, diharapkan bisa terus melakukan gerakan pangan murah.

"Tugas kami (Disperindag, red) bersama Dinas Perhubungan mengumpulkan distributor-distributor bahan pokok. Kita mau cek berapa armadanya, kita persiapkan untuk antisipasi jika diberikan subsidi tranportasi," katanya, seperti dilansir cakaplah.com.

Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau sejumlah gudang penyimpanan bahan pokok di Pekanbaru. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi penimbunan bahan pokok.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id