Home > Berita > Umum
*Bolu Berempak, Kuliner Khas Bengkalis

Pada Zaman Belanda Dulu, Hanya Orang-Orang Dekat Bangsawan Saja yang Bisa Membuatnya

Pada Zaman Belanda Dulu, Hanya Orang-Orang Dekat Bangsawan Saja yang Bisa Membuatnya

Bolu Serempak, kuliner khas Bengkalis yang dulunya hanya bisa dibuat oleh orang-orang yang dekat dengan Bangsawan

Minggu, 23 Juni 2024 13:16 WIB

BENGKALIS, POTRETNEWS.com - LaIin lubuk lain ikannya. Lain suku, lain pula tradisi budayanya. Begitu pula soal kuliner, lain daerah, lain pula kuliner khasnya.

Nah, untuk daerah Bengkalis, Provinsi Riau, salah satu kuliner tradisional khas masyarakat tersebut adalah Bolu Berempak. Diakui, namanya memang masih asing di telinga sebagian warga, terutama kalangan anak muda.

Sebenarnya, Bolu Berempak ini sama bentuknya dengan Bolu Kemojo Takuk 8. Yang membedakan hanya soal rasa dan teksturnya. Cara mengolahnya pun cukup unik.

Pada zaman dulu, pembuatannya diempak-empak yang dalam bahasa Melayu yang artinya dipukul-pukul menggunakan pasu terbuat dari kerami serta dicampurkan dengan rempah-rempah dengan aroma yang khas. Tapi di zaman modern sekarang ini, untuk membuat adonan kue bolu menggunakan mixer.

Menurut Ketua Ikaboga Kabupaten Bengkalis Maria Lafina, M.Pd, masyarakat melayu Bengkalis mulai membuat Bolu Berempak ini sejak zaman Belanda. Dan ini sudah menjadi makanan khas di zaman kerajaan terdahulu di Bengkalis.

Sayangnya di zaman itu, kata Maria Lafina, tidak semua orang melayu yang memiliki resep Bolu Berempak. Ini karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membuat Bolu Berempak, yakni orang-orang yang dekat dengan bangsawan. Makanya tak heran jika Bolu Berempak dihidangkan ketika ada jamuan tertentu saja. 

Diakuinya, sejak tahun 70-an, kuliner khas Bengkalis ini sempat ditinggalkan, karena resepnya tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas. Namun setelah resep ini dijadikan resep turun temurun, barulah Bolu Berempak dihidangkan dalam berbagai perhelatan seperti acara khitanan, majlis pernikahan, aqiqah, penyambutan tamu kehormatan, dan lain-lain sampai bisa juga untuk dijual belikan.

Melihat fenomena ini, Maria Lafina berkeinginan membangkitkan kembali khazanah budaya Bengkalis yaitu kuliner khas Bolu Berempak dengan membagikan resepnya kepada generasi penerus agar khazanah melayu terus berakar dan tidak punah, tidak hanya di Riau saja tetapi dikenal di seluruh penjuru Nusantara.

"Kami dari Pengurus Ikaboga Kabupaten Bengkalis berkeinginan membangkitkan kembali khazanah budaya Bengkalis yaitu kuliner khas Bolu Berempak dengan membagikan resepnya dan mengajarkan proses pembuatan Bolu Berempak," tutur Maria, Sabtu (20/6/24), seperti dilansir rri.co.id.

Untuk menambahkan penampilan yang menarik, Maria Lafina membuat Bolu Berempak ini dengan berbagai varian yaitu  cokelat, vanila serta rasa buah nenas agar digemari para generasi milenial.

"Kami menambahkan penampilan yang menarik dari bolu berempak ini, yang semula hanya original saja, dari bahan tepung dan aroma rempah-rempah, kini banyak rasa, agar lebih digemari masyarakat terutama abak anak muda," jelasnya.

Dia berharap kepada pemerintah agar Bolu Berempak ini memiliki hak paten sehingga tidak diambil oleh daerah lain. Dan kepada para pelaku UMKM, diharap dapat membangun kerja sama dalam memproduksi Bolu Berempak ini sehingga dapat dinikmati selain masyarakat Bengkalis, tapi juga dapat dijadikan oleh-oleh bagi masyarakat luar yang berkunjung ke Bengkalis.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Umum, Bengkalis
wwwwww
www.amsi.or.id