Home > Berita > Umum

Seolah Sudah Berjanji, Pasangan Suami Istri Ini Beriringan Meninggalkan Dunia Fana Menghadap Ilahi di Tanah Suci pada Bulan yang Dimuliakan

Seolah Sudah Berjanji, Pasangan Suami Istri Ini Beriringan Meninggalkan Dunia Fana Menghadap Ilahi di Tanah Suci pada Bulan yang Dimuliakan

Ilustrasi jemaah haji saat wukuf di Arafah.

Sabtu, 22 Juni 2024 09:51 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Bukan fiktif. Ini kisah nyata. Seolah sudah berjanji, pasangan suami istri ini beriringan meninggalkan dunia fana menghadap Ilahi, Sang Pencipta. Mereka menghembuskan nafas terakhir di Tanah Suci pada bulan yang dimuliakan. 'Innalillahi Wainnailaihi Rajiun'.

Nasrun Ismail, pria renta berusia 75 tahun, bersama istrinya Marhani, yang usianya lebih muda 10 tahun, berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1445 H / 2024 M.

Pasangan suami istri asal Bireuen, Aceh ini merupakan jamaah haji reguler Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTJ-02. Dengan mengucap 'Bismillahi Tawakkal Tualallah', mereka pun meninggalkan kediamannya melangkah menuju Tanah Suci, Arab Saudi.

Suasana begitu haru saat pelepasan kedua insan ini menuju negeri nun jauh dalam rangka menunaikan ibadah haji. Dengan melewati berbagai proses, pasangan suami istri ini pun sampai juga di Mekkah, Arab Saudi. 'Labbaikallahummalabbaik'.

Dengan bimbingan ketua rombongan, mereka memulai melaksanakan berbagai ibadah. Mereka berbaur dengan jamaah haji seluruh dunia. Tekad hanya satu, yakni mendapat ridha Allah Swt. Dan tentunya kelak menjadi haji yang mabrur.

Tak dipungkiri, dalam melaksanakan ibadah haji, tubuh prima sangat menentukan. Karena untuk menjalankan rangkaian ibadah haji, masalah kesehatan sangat diperhatikan. Butuh kesehatan yang baik.

Apalagi cuaca yang jauh berbeda dibandingkan Indonesia, juga sangat berpengaruh terhadap imun jamaah haji asal Indonesia. Termasuk Nasrun Ismail dan Marhani. Konon suhu di Mekkah sangat ekstrim, mencapai 50 derajat celcius.

Entah karena terlalu capek, atau karena faktor usia, Nasrul Ismail tak sanggup lagi melanjutkan ibadah lainnya. Dia pun dibawa ke Rumah Sakit Mina Al Wadi Makkah.

Manusia hanya bisa berusaha. Tim medis dengan peralatan canggihnya sudah diberdayakan untuk menolong. Namun apa dikata, Allah Swt melalui malaikatnya telah memanggil Nasrul Ismail dengan kasih sayang-NYA. 'Innalillahi Wainnailaihi Rajiun'

Nasrul Ismail menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (19/6/24) sekira pukul 10.56 waktu setempat. Berdasarkan sertifikat kematian (CoD) yang dikeluarkan Kantor Kesehatan Haji (KKHI) Makkah, Nasrun Ismail didiagnosa mengidap pneumonia atau Infeksi paru serta gagal jantung.

"Untuk lontaran jamarah almarhum yang merupakan salah satu rukun yang wajib dilakukan saat ibadah haji, sudah dibadalkan oleh ketua rombongan," kata Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, Jumat (21/6/24), dilansir detik.com.

Seolah sudah berjanji, sehari kemudian Marhani menyusul suaminya untuk menemui Sang Khalik. Sebelum meninggal, Marhani sempat dibawa ke Rumah Sakit An Nur Mekkah. Dengan dibantu peralatan canggih, tim medis rumah sakit tersebut tak bisa menolong Marhani. 'Innalillahi Wainnailaihi Rajiun'. Marhani menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit tersebut pada Kamis (20/6/24) sekira pukul 15.00 waktu setempat.

Berdasarkan CoD yang dikeluarkan KKHI Makkah, Marhani didiagnosa mengidap pneumonia atau infeksi paru dan hipertensi.

"Kita doakan semoga mereka diampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya dan ditempatkan di sisi Allah swt," ujar Azhari.

Begitulah akhir perjalanan hidup pasangan suami istri, Nasrul Ismail-Marhani. Perjalanan hidup yang berakhir dengan indah. Mereka meninggal dunia di kala sedang melaksanakan ibadah.

Sekali lagi, seolah sudah berjanji, mereka beriringan menghadap Rabnya. Mereka telah mengakhiri kehidupan dunia fana di bulan yang dimuliakan. Mereka meninggal di Tanah Suci dan dikebumikan di Tanah Suci.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id