Home > Berita > Umum

Dikira Jemaah Haji Ilegal, Ketua Komisi VII DPR RI Sempat Diperiksa Kepolisian Arab Saudi, Begini Kronologisya

Dikira Jemaah Haji Ilegal, Ketua Komisi VII DPR RI Sempat Diperiksa Kepolisian Arab Saudi, Begini Kronologisya

Ashabul Kahfi.

Minggu, 16 Juni 2024 06:22 WIB

MAKKAH, POTRETNEWS.com — Karena dikira jamaah haji illegal, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi, sempat diperiksa pihak kepolisian Arab Saudi. Begini kronologinya.

Menurut pengakuan Ashabul Kahfi, saat itu dia dan rombongan haji melintas di salah satu check point. Lalu muthowif atau pendamping haji rombongan diminta untuk memperlihatkan dokumen haji. Tentunya proses pemeriksaan dokumen itu hal yang lumrah dilakukan pihak otoritas Saudi menjelang ibadah haji. "Jadi sebenarnya tidak ada penangkapan dan penahanan. Yang terjadi ialah bahwa kemarin kami mengalami pemeriksaan cek poin di Kota Mekkah setelah melakukan pengecekan ke pemondokan," kata Ashabul Kahfi kepada wartawan di Makkah, Sabtu (15/6/24), sebagaimana dilansir detik.com.

Disebutkan, ketika kepolisian setempat kami meminta dia dan rombongan menepi, lalu muthowif yang mendampingi mereka dimintai menunjukkan dokumen siapa-siapa saja yang di atas mobil. Di dalam mobil ada 17. Lalu paspor diminta.

Ternyata Muthowif tersebut tidak bisa memperlihatkan paspor hingga visa dari Ashabul. Namun, ia menjelaskan dokumen identitas dirinya saat itu masih dipegang pihak travel dalam rangka penerbitan kartu Nusuk atau kartu identitas bagi jamaah haji.

"Muthowif ini tidak bisa memperlihatkan paspor, visa, karena paspor kami dokumen-dokumen kami dan tim lain itu sedang dipegang pihak travel dalam rangka penerbitan Nusuk ini," papar Ashabul.

Salah satu staf dari Ashabul lalu memperlihatkan fotokopi dokumen kepada polisi Saudi. Ashabul mengatakan pihak kepolisian Saudi tidak yakin hingga mengira dokumen fotokopi itu palsu.

"Akhirnya staf kami Yusup turun memperlihatkan fotokopi dokumen, rupanya si polisi ini nggak yakin, mungkin dia kira palsu, akhirnya lama ditolak mereka," katanya.

Ketegangan itu akhirnya berhasil diselesaikan saat Ashabul menjelaskan langsung kepada pihak kepolisian Saudi. Saat itu ia memperlihatkan visa online miliknya.

"Akhirnya saya turun, assalamualaikum saya temui polisinya, saya perlihatkan visa online saya. Begitu dilihat, sudah satu menit saja itu harrajah," ujar Ashabul.

Ashabul mengaku tidak kesal terhadap kebijakan ketat pemeriksaan dari Arab Saudi. Dia mengapresiasi langkah itu sebagai upaya mencegah adanya jemaah haji ilegal. "Saya menghargai kebijakan Arab Saudi ini," pungkasnya.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id