Dikira Jemaah Haji Ilegal, Ketua Komisi VII DPR RI Sempat Diperiksa Kepolisian Arab Saudi, Begini Kronologisya
![]() |
Ashabul Kahfi. |
MAKKAH, POTRETNEWS.com — Karena dikira jamaah haji illegal, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi, sempat diperiksa pihak kepolisian Arab Saudi. Begini kronologinya.
Menurut pengakuan Ashabul Kahfi, saat itu dia dan rombongan haji melintas di salah satu check point. Lalu muthowif atau pendamping haji rombongan diminta untuk memperlihatkan dokumen haji. Tentunya proses pemeriksaan dokumen itu hal yang lumrah dilakukan pihak otoritas Saudi menjelang ibadah haji. "Jadi sebenarnya tidak ada penangkapan dan penahanan. Yang terjadi ialah bahwa kemarin kami mengalami pemeriksaan cek poin di Kota Mekkah setelah melakukan pengecekan ke pemondokan," kata Ashabul Kahfi kepada wartawan di Makkah, Sabtu (15/6/24), sebagaimana dilansir detik.com.Disebutkan, ketika kepolisian setempat kami meminta dia dan rombongan menepi, lalu muthowif yang mendampingi mereka dimintai menunjukkan dokumen siapa-siapa saja yang di atas mobil. Di dalam mobil ada 17. Lalu paspor diminta.Ternyata Muthowif tersebut tidak bisa memperlihatkan paspor hingga visa dari Ashabul. Namun, ia menjelaskan dokumen identitas dirinya saat itu masih dipegang pihak travel dalam rangka penerbitan kartu Nusuk atau kartu identitas bagi jamaah haji."Muthowif ini tidak bisa memperlihatkan paspor, visa, karena paspor kami dokumen-dokumen kami dan tim lain itu sedang dipegang pihak travel dalam rangka penerbitan Nusuk ini," papar Ashabul.Muhammad Amin Nasution

























