Home > Berita > Umum

Ketika Masyarakat Dua Dusun di Indragiri Hilir ”Merdeka” dari Kegelapan Penerangan

Ketika Masyarakat Dua Dusun di Indragiri Hilir ”Merdeka” dari Kegelapan Penerangan

Ilustrasi.

Sabtu, 15 Juni 2024 18:18 WIB

INHIL, POTRETNEWS.com — Masyarakat dua dusun di Desa Simpang Kateman, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, akhirnya "merdeka" dari kegelapan penerangan. Ini ditandai dengan masuk aliran listrik PLN ke kedua tersebut.

Dengan hadirnya listrik PLN 24 jam, kini 110 Kepala Keluarga yang tinggal di dua dusun yakni Dusun Parit Ambon dan Dusun Teluk Pundur, tentunya berbagai aktivitas masyarakat khususnya pada malam hari tak terkendala lagi. Karena rumah, tempat ibadah dan jalan lingkungan sudah terang benderang. Menurut General Manager PLN Unit Induk Distribusi Riau & Kepulauan Riau (UIDRKR), Parulian Noviandri, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diamanahi bidang kelistrikan, pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah untuk meningkatkan elektrifikasi nasional. 

Hal ini juga selaras dengan wujud kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan energi sejalan dengan sila kelima Pancasila.

"Meski dusun-dusun tersebut berlokasi cukup terpencil atau berjarak sekitar 226 kilometer dari Kota Pekanbaru dan 60 kilometet dari Kota Tembilahan yang merupakan ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, tak menyulutkan semangat insan PLN menghadirkan akses kelistrikan bagi saudara-saudara kita yang berada di dusun-dusun terpencil," kata Parulian.

Sementara itu, Ahmad Rafidien, warga Dusun Parit Ambon mengatakan, masuknya listrik di wilayahnya menjadi suatu keberkahan yang telah lama didambakan masyarakat di dua dusun tersebut.

“Kami menyadari proses pembangunan jaringan listrik sampai ke daerah kami tidak semudah membalikkan telapak tangan, kerja keras dan perjuangan PLN telah membuahkan hasil," kata Ahmad, Sabtu (15/6/24).

Diakuinya, dulu daerah mereka merasakan kegelapan di malam hari. Tetapi kini listrik sudah menyala 24 jam sehingga anak-anak usia dini bisa mengaji di malam hari dengan penerangan tanpa batas dari PLN.

"Anak-anak bisa mengaji di malam hari, mereka bisa belajar dengan nyaman dan keperluan kami di malam hari dapat terpenuhi karena listrik menyala di malam hari. Terimakasih PLN," sebut Ahmad. 

Yang pasti, masyarakat di dua dusun itu sangat berterima kasih kepada pemerintah, khusus PLN yang telah menghadirkan listrik di wilayah tersebut dalam upaya mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat. 

Seperti diketahui, dalam menghadirkan akses kelistrikan di wilayah tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 3,7 kilometer sirkit (kms), jaringan tegangan rendah 4 kms dan trafo distribusi sebanyak 2 unit.

”Kondisi geografis dan infrastruktur jalan yang masih sangat terbatas menyebabkan kesulitan mobilisasi material. Kami memanfaatkan moda transportasi air untuk menjangkau dusun-dusun terpencil tersebut," jelas Parulian. 

Namun segala kesulitan yang menghadang, tak membuat petugas PLN menyerah. Parulian menyebutkan petugas PLN terus berusaha untuk melistriki semua pelosok negeri dengan sumber daya yang dimiliki agar rasio elektrifikasi bisa mencapai 100 persen.

PLN juga mengimbau kepada masyarakat untuk aktif dalam menjaga dan merawat aset kelistrikan yang ada di sekitar mereka. 

"Apabila ada hal-hal yang dapat mengganggu serta membahayakan segera melapor kepada PLN terdekat atau melalui Aplikasi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123," pungkas Parulian.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Umum, Inhil
wwwwww
www.amsi.or.id