Sebanyak 1.243 dari 5.328 Jemaah Haji Asal Riau Akan Ikuti Skema Murur
![]() |
Gambar hanya ilustrasi. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Seiring semakin dekatnya puncak haji, jamaah haji Indonesia diminta menyiapkan fisik dan mental sehingga rangkaian ibadah haji terlaksana baik dan lancar.
Meski begitu, dalam menghadapi puncak haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan memberlakukan skema murur saat Mabit di Muzdalifah. Skema ini utamanya diperuntukkan bagi jemaah haji risiko tinggi, lanjut usia, disabilitas, pengguna kursi roda, dan para pendampingnya. Kepala Sektor 2 Makkah, H. Syahrudin mengatakan bahwa jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan dari Arafah dengan skema murur dan non murur (normal).Pola normal adalah sistem taraddudi (shuttle) yang mengantar jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah. Sedangkan cara murur adalah mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah."Jamaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus (tidak turun dari kendaraan). Lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina,"ujarnya H. Syahrudin, Selasa (11/6/24).Lebih lanjut Syahrudin mengatakan, untuk jamaah haji Provinsi Riau sebanyak 1.243 orang akan mengikuti skema murur dan selebihnya akan mengikuti non murur atau normal.Muhammad Amin Nasution

























