Dikira Maling, Bos Rental Mobil Asal Jakarta yang Ambil Mobilnya Tewas Dikeroyok Warga

Dikira Maling, Bos Rental Mobil Asal Jakarta yang Ambil Mobilnya Tewas Dikeroyok Warga

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko.

Senin, 10 Juni 2024 20:19 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Nasib sial menimpa seorang bos rental mobil asal Jakarta berinisial BH (52). Niat mau mengambil alih mobilnya, tahunya dikira maling. Apes, dia pun dikeroyok warga hingga tewas.

Terkait hal ini, pihak kepolisian sangat menyayangkan terjadinya aksi pengeroyokan tersebut. Polri mengimbau jika ada informasi yang mencurigakan, segera melapor ke kepolisian terdekat. Jangan main hakim karena belum tentu salah. Seperti yang terjadi pada korban BH. Warga mengeroyok BH hingga tewas saat mengambil alih mobilnya di Desa Sumbersoko, Pati, Jawa Tengah.

"Kami Polri tentunya mengimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang sifatnya main hakim sendiri tanpa adanya bukti ataupun ada bukti. Tetapi apabila ada informasi, segera menyampaikannya ke Polri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, di kawasan Jakarta Selatan, Senin (10/6/24).

Mantan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru itu lebih jauh menuturkan insiden main hakim sendiri akan merugikan orang lain. Karena itu, dia mengimbau setiap tindakan melanggar hukum yang diketahui masyarakat agar dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat.

"Dan tentunya kami dari Bhabinkamtibmas terbawah ada pos polisi, ada polsek, polres secara berjenjang tentu akan melakukan pemeliharaan kamtibmas," kata Trunoyudo.

Seperti diketahui, kejadian aksi main hakim sendiri yang menimpa korban BH itu berawal BH dan tiga temannya datang mau mengambil mobilnya yang hilang dan terlacak di daerah Pati.

"BH mengajak tiga korban lainnya mengambil mobil di daerah Pati dengan mengendarai mobil Sigra. Pada Kamis (6/6) sekira pukul 13.00 WIB korban tiba di wilayah Sukolilo. Termasuk menuju ke GPS mobil," kata Kapolresta Pati Kombes Andhika Bayu Adhittama saat konferensi pers di Mapolresta Pati, Senin (10/6/24) dilansir detik.com.

Singkat cerita, korban BH menemukan mobilnya terparkir di rumah milik tersangka AG. Kemudian korban BH langsung membuka, BH langsung mengendarai mobil tersebut.

"Korban menemukan mobil terparkir di halaman rumah saudara AG kemudian korban langsung membuka mobil dan mengambil mobil dengan kunci cadangan. Korban BH mengendarai mobilnya, tiga korban lainnya mengendarai mobil Sigra," kata Bayu.

Dia mengatakan warga curiga atas aksi rombongan dari Jakarta tersebut sehingga sontak berteriak 'maling'. Warga lain yang mendengarnya langsung mengejar para korban. Akibatnya, terjadi penganiayaan terhadap empat korban.

"Kemudian para korban pergi dan terpisah, namun warga mengejar karena ada warga yang teriakan maling-maling dari warga. Para korban setelah mengendarai kemudian terdengar teriakan maling-maling oleh warga," terang Bayu.

Atas kejadian tersebut, keempat korban babak belur dianiaya massa. Polisi menerima laporan adanya kejadian tersebut dan mendatangi lokasi untuk mengevakuasi para korban. Nahas, korban BH meninggal.***

Editor:
Muhammad Amin Nasution

Kategori : Hukrim, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id