Home > Berita > Umum

Ini Harapan Ketua DPS LAMR Kabupaten Bengkalis Kepada Generasi Muda

Ini Harapan Ketua DPS LAMR Kabupaten Bengkalis Kepada Generasi Muda
Sabtu, 08 Juni 2024 08:20 WIB
Junaidi Usman

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Prosesi Penganugerahan Gelar Adat oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr H Muhammad Ali SE MM MTr Opsla dengan gelar Datuk Seri Segara Utama Setia Wangsa pada Rabu, 27 Zulkaidah 1445 Hijriyah/5 Juni 2024 Masehi menjadi motivasi bagi banyak pihak dan kalangan.

Ketua Dewan Pimpinan Sementara (DPS) LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Syaukani al Karim mengucapkan tahniah atas Penganugerahan Gelar Adat yang merupakan rangkaian Milad Ke-54 Tahun LAMR pada 6 Juni 2024 ini.

”Tentu ini merupakan cambuk bagi anak-anak muda kita, bahwa seperti apapun kita, kita tidak dapat melepaskan diri dari tradisi yang membesarkan kita. Kita berharap kepada anak-anak muda di Bengkalis agar terus memperkaya diri dengan khazanah-khazanah kebudayaan sehingga pada masa yang akan datang, anak-anak muda di Bengkalis akan menjadi sebuah generasi yang dapat benar-benar memahami tentang adat istiadat Melayu," kata Datuk Syaukani kepada potretnews.com, Rabu (5/6/2024) setelah selesainya prosesi penganugerahan.

Selaku Ketua DPS LAMR Kabupaten Bengkalis yang saat ini menjabat sebagai Timbalan Ketua Umum MKA (Majelis Kerapatan Adat) LAMR Provinsi Riau, Datuk Syaukani yang masuk Anggota Tim Penapis Ikhtiar Pertimbangan dan Analisa Alur dan Patut Penganugerahan Gelar Adat kepada Tuan Laksamana TNI Muhammad Ali tadi, berjumlah lima orang.

”Saya juga telah diminta untuk mewakili beliau (Tuan Laksamana TNI Muhammad Ali, red) dalam menerima pinangan yang dilakukan oleh Lembaga Adat Melayu Riau di Wisma Elang Laut, Menteng kediaman resmi KASAL di Jakarta," pungkasnya.

”Hal yang perlu kita pahami bahwa proses penganugerahan ini memenuhi dari Alur dan Kepatutan Adat yang telah ditetapkan oleh Tim Penapis Lembaga Adat Melayu Riau khususnya di Majelis Kerapatan Adat (MKA). Alur ini adalah ketentuan-ketentuan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang yang akan menerima Gelar Adat. Sementara, Kepatutan itu adalah sikap perbuatan dari seorang dalam hubungannya dengan kehidupan sosial, kehidupan ekonomi masyarakat, pembelaan terhadap hak-hak masyarakat, juga terhadap budaya masyarakat setempat," tambah Datuk Syaukani sang cucu Soeman Hs penulis novel roman "Mencari Pencuri Anak Perawan" ini.

"Dan tentu saja kita di LAMR Kabupaten Bengkalis akan menilik siapa-siapa saja tokoh-tokoh yang ada di Bengkalis yang kita pandang dapat memenuhi Ketentuan Alur Patut itu yang akan kita diskusikan di LAMR Kabupaten Bengkalis untuk kita berikan penghormatan (Gelar Adat)," bebernya pula.

"Saya ingin mengatakan bahwa tidak ada seorang manusia pun yang dapat melepaskan diri dari kebudayaan yang mengasuhnya. Kata Baron de Montesqiueu dengan nama lengkap Charles Louis de Secondat, Baron de La Brede et de Montesquieu seorang pilsuf berkebangsaan Perancis, andai sebuah bangsa hancur tapi tidak kehilangan kebudayaan maka bangsa itu akan bisa bertahan. Kepada adik-adik kami, anak-anak kami generasi muda jangan ragu untuk terlibat dalam dunia kebudayaan, dunia adat istiadat. Di samping kebudayaan dan adat istiadat adalah ikhtiar kita untuk menemukan siapa kita, tapi juga adat istiadat dan kebudayaan akan menjadi kekuatan yang sangat besar bagi kita dalam menghadapi apa pun gelombang yang datang ke dalam diri kita. Kita tahu bahwa hari ini terjadi pertempuran kebudayaan yang sangat dahsyat di mana setiap kebudayaan dapat masuk ke dalam lingkungan kita, ke negeri kita setiap saat melalui komunikasi teknologi yang hebat. Nah, bagi anak-anak muda yang memiliki pemahaman adat, yang memiliki pemahaman kebudayaan, dan mau belajar tentang adat dan kebudayaan Insya Allah akan memiliki kemampuan untuk menangkal semua intervensi, semua agresi kebudayaan yang datang dari berbagai tempat di semua belahan dunia," pesan Datuk Syaukani Alkarim anak watan Bengkalis yang karya sastranya telah dibahas di banyak negara dengan sedikit informasi lebih 20-an Jenderal TNI hadir dalam helat di atas, mengakhiri wawancara.

Sementara itu, Panglima Perdana Tameng Adat LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Munawwar Rosidi,SE yang hadir dengan 13 personel menggunakan dua kendaraan roda empat, atas Penganugerahan Gelar Adat tadi semakin bersemangat.

Sebelumnya, Datuk Munawwar telah melakukan silaturahmi ke Dandim 0303/Bkls yang diterima Pasi Intel, kemudian bersilaturahmi ke Polres Bengkalis yang langsung diterima Kapolres AKBP Setyo Bimo Anggoro, dengan prinsip 30% teori dan 70% action ini, dalam perjalanan pulang meminta Setia Usaha Heru Tri Wahyudi yang didampingi Panglima Madya Datuk Dody Saputra, dan Ketua Devisi dan Informasi Junaidi Usman untuk segera mempersiapkan surat ke LAMR kecamatan se-Kabupaten Bengkalis perihal Pendirian dan Pengurus Tameng Adat di masing-masing kecamatan.***

KETERANGAN FOTO:
Timbalan Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau, Datuk Syaukani al Karim membacakan Ikhtiar Pertimbangan dan Analisa Alur dan Patut Penganugerahan Gelar Adat kepada Tuan Laksamana TNI Dr H Muhammad Ali SE MM MTr Opsla, Rabu (5/6/2024), (Bawah) Panglima Perdana Tameng Adat LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Munawwar Rosidi,SE (no.3 dari kanan) setelah pengibaran Bendera Panji Adat, Selasa (4/6/2024). (F-POTRETNEWS.com/JUNAIDI USMAN)

Kategori : Umum, Bengkalis
wwwwww
www.amsi.or.id