Home > Berita > Umum

Transformasi Digital Semakin Cepat, Wakil Ketua KPI Daerah Riau: Mahasiswa Universitas Hang Tuah Harus Segera Beradaptasi dan Kuasai Teknologi!

Transformasi Digital Semakin Cepat, Wakil Ketua KPI Daerah Riau: Mahasiswa Universitas Hang Tuah Harus Segera Beradaptasi dan Kuasai Teknologi!
Sabtu, 01 Juni 2024 15:12 WIB
Ofika Rahmat Julias

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Riau, Mario Abdillah Khair, Sabtu (1/6/2024) pagi berbagi cerita dan pengalaman tatkala menjadi aktivis mahasiswa sejak tahun 1996-2002 dengan 90 peserta Latihan Dasar Organisasi dan Kampus (LDOK) di Universitas Hang Tuah (UHT).

Memaparkan materi tentang ”Menghadapi Tantangan dan Etika Kepemimpinan di Era Digital” kegiatan yang digelar di Bumi Perkemahan Pusdiklatda Riau, Rumbai, Pekanbaru, Mario mengaku kehadirannya di tengah-tegah fungsionaris organisasi kemahasiswaan di tingkat jurusan, fakultas, dan universitas di lingkungan kampus UHT membuat dirinya kembali merasa seperti mahasiswa.

Mario mengungkapkan kondisi dinamika organisasi kemahasiswaan saat dirinya menjabat sebagai Koordinator Presidium Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) Universitas Lancang Kuning (Unilak) atau sekarang populer disebut presiden mahasiswa.

Pria yang pernah menjabat Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau periode 208-2012 ini menyatakan, era digitalisasi membawa perubahan dalam cara organisasi kemahasiswaan beroperasi. Oleh karena itu, menurutnya mahasiswa perlu beradaptasi dengan perubahan teknologi komunikasi, pengambilan keputusan, dan manajemen kegiatan.

”Transformasi digital merupakan proses penggunaan teknologi, informasi, dan komunikasi untuk melakukan perubahan pada proses kegiatan organisasi di era digital. Mahasiswa perlu beradaptasi dengan segala perubahan tersebut dalam menjalankan roda organisasi,” kata Mario.

Dia menguraikan, kunci keberhasilan transformasi digital dilihat dari empat kategori; baik dari teknologi, data, proses, dan perubahan organisasi sehingga menghasilkan kebermanfaatan untuk mahasiswa, organisasi, dan masyarakat.

Mario juga menyinggung terhadap persoalan etika di dalam organisasi yang perlu menjadi acuan untuk mahasiswa Universitas Hang Tuah dalam berinteraksi dengan sesama dan lingkungan sekitar.

”Calon pemimpin harus mempunyai etika yang baik, karena etika merupakan sebuah konsep yang membahas tentang nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mengatur tindakan manusia dalam berinteraksi dengan sesama dan lingkungan sekitarnya,” ucap Mario.

Etika kepemimpinan di era digital harus mengutamakan integritas, mahasiswa perlu menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab digital, termasuk dalam pengambilan keputusan, komunikasi online, dan tindakan yang dilakukan dalam lingkungan digital.

Pada bagian lain pemaparannya, Mario juga menyampaikan pentingnya mahasiswa menggunakan teknologi dengan etika, menghormati privasi, dan keamanan data, serta menghindari penyalahgunaan teknologi dalam konteks kepemimpinan kemahasiswaan. Tahapan paling akhir, Mario menyatakan mahasiswa perlu menerapkan nilai-nilai kepemimpinan yang etis, seperti keadilan, keberagaman, dan kepedulian sosial dalam setiap tindakan kepemimpinan yang dilakukan dalam lingkungan digital.

Mario juga berbagi strategi dalam mengatasi tantangan yang dihadapi mahasiswa di dalam kepemimpinan era digital saat ini dalam penerapan di organisasi kemahasiswaan.

”Mahasiswa perlu melakukan pengembangan keterampilan kepemimpinan digital, serta mampu mengelola perubahan, membangun budaya organisasi yang etis, dan membangun kolaborasi dan jaringan yang baik,” pungkas Mario.***

Kategori : Umum, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id