Jelang Pelaksanaan Radio Akademi Nasional di Pekanbaru, KPI Daerah Riau & Lembaga Penyiaran Bagikan Radio ”Jadul”
![]() |
Mario Abdillah Khair menyerahkan radio ”jadul” kepada seorang warga Pekanbaru. (F-ISTIMEWA) |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bekerja sama dengan KPI Daerah Riau (populer disingkat KPID, red) mengelar Radio Akademi Nasional 29-30 Mei 2024 di Pekanbaru.
Menjelang digelarnya kegiatan itu, KPID Riau bersama dengan lembaga penyiaran radio membagikan sejumlah perangkat radio monitor atau ”jadul” kepada masyarakat.Secara simbolis, pemberian perangkat Radio ini dilakukan di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Pekanbaru, Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Bharabas FM Pekanbaru dan Lembaga Siaran Komunitas (LPK) Shalom, pada Senin (27/5/2024).Wakil Ketua KPID Riau Mario Abdillah Khair dalam sambutannya saat berada di Bharabas FM mengatakan, kegiatan pembagian perangkat radio monitor ini seperti kick off dalam sebuah event sepak bola, sebelum dilaksanakannya kegiatan Radio Academi Nasional pada 29 dan 30 Mei nanti.”Pembagian perangkat radio dilaksanakan di tiga tempat, salah satunya yaitu radio Bharabas. Kami menunjuk Bharabas sebagai langkah awal kegiatan ini dikarenakan radio Bharabas mempunyai kontribusi yang banyak bagi kota Pekanbaru, hal tersebut dibuktikan bahwa radio Bharabas masih terus eksis dalam melakukan penyiaran, baik berupa informasi dan hiburan bagi masyarakat,” kata Mario.”Pembagian perangkat radio ini diharapkan bisa membantu lembaga penyiaran radio menambah jumlah pendengarnya, sehingga eksistensi media radio dapat terjaga ditengah persaingan media yang kian sulit," ujar Mario yang saat itu hadir bersama Bambang Suwarno Commissioner KPID Riau yang juga PIC (person in charge) atau penanggung jawab kegiatan Radio Akademi Nasional di Riau.Sementara itu, Bambang Suwarno menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan KPI Pusat, dan akan digelar di beberapa provinsi di Indonesia bekerja sama dengan KPI Daerah.Menurutnya, kegiatan Radio Akademi Nasional yang akan dilaksanakan merupakan bentuk problematika kita di era digitalisasi, tatkala masyarakat sudah beralih pada konsumsi informasi radio menjadi penikmat platform digital.”Alhamdulillah, Riau ditunjuk menjadi daerah pertama tempat penyelenggaraan dan semoga kegiatan ini bisa menjawab keluhan teman- teman pengelolah radio di daerah,” kata Bambang.Dia menyebut, hampir seluruh lembaga penyiaran radio di Riau akan mengikuti kegiatan Radio Akademi. Diharapkan dari kegiatan ini dapat membawa kiat-kiat baru dalam mempertahankan eksistensi radio.Di tempat yang sama, Direktur Radio Bharabas FM Pekanbaru, Dardanella mengaku bersyukur kegiatan ini digelar di Pekanbaru, dan berharap sharing ilmu bisa menjadi bahan untuk mereka bertahan.”Sebenarnya ada beberapa terobosan yang sudah kami lakukan, tapi hasilnya belum maksimal,” tutur wanita yang akrab disapa Nella ini.Untuk diketahui, Radio Akademi Nasional merupakan sebuah program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku industri radio. Dalam acara ini, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dari para ahli dan praktisi radio yang berpengalaman.Kegiatan Radio Academy nantinya akan dibagi menjadi tiga tahapan, Radio Academy I berfokus pada programming radio, dan Radio Academy II berfokus kepada perkembangan bisnis seperti marketing dan daya jual industri radio, terakhir Radio Academy III yang nantinya akan berfokus kepada budaya lokal dan daerah yang perlu di kembangkan untuk penyiaran radio.***

























