Tur Penuh Arti di Kebun Binatang Selatbaru Bengkalis; Cinta dan Sayang Pelajar SD Bersemi Kala Kunjungi Hewan
![]() |
(Foto atas) Pelajar Kelas VI SDN 15 Bengkalis bersama Guru Wali Kelas, (Bawah) Pelajar Kelas VI SDN 15 Bengkalis bersama Guru Wali Kelas dengan ”background” plang Pantai Indah Selatbaru, Sabtu (25/5/2024). |
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Tamasya sebuah istilah yang identik di tahun 80-an di telinga anak-anak kelas VI sekolah dasar (SD) jalan-jalan ke tempat wisata setelah mereka mengikuti Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) dan dinyatakan lulus.
Berjalannya waktu, istilah tamasya "dah tak tedengo same sekali" berganti menjadi study tour. Penyebutan memang beda, namun yang melakukan tetap sama, para pelajar tahun akhir, didampingi guru, ada juga orang tua, membawa makan siang untuk disantap duduk bersila di atas tikar.Hanya sedikit pengantar bagi 22 orang pelajar SDN 15 Bengkalis yang ”Study Tamasya Tour” yang menggunakan 3 unit mobil pribadi, serta sepeda motor yang digunakan para guru serta orang tua mereka untuk pergi ke Selatbaru, Sabtu 25 Mei 2024.Riuh rendah suara anak-anak terdengar di kebun binatang di desa yang terletak di Kecamatan Bantan sekitar jam 9 pagi. Di tempat yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis di bawah Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) ini terlihat ayam kalkun bersama beberapa ekor anaknya sumbangan keluarga Titien warga Desa Pangkalanbatang, burung cendrawasih, bunglon, rusa, buaya, dan Koni sang beruang madu yang seperti mager (malas gerak) atau mungkin merajuk sebab ketiadaan teman jantannya.Selain pelajar SDN 15 Desa Pangkalanbatang, juga terlihat pelajar kelas I sampai kelas V Desa Papal tengah menerima arahan guru untuk melaksanakan tugas semacam mengisi data, sementara kelas VI SD ini hanya ikut tur saja.
























