Kejagung Terus Usut Kasus Timah Babel, Barita Simanjuntak Sampaikan Apresiasi
![]() |
Barita Simanjuntak bersama Jaksa Agung, ST Burhanuddin. (F-IST) |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI terus mengusut kasus aktivitas tambang timah ilegal di Bangka Belitung (Babel) yang disebut-sebut merugikan negara sampai Rp271 triliun. Langkah yang dilakukan penyidik Kejagung tersebut mendapat apresiasi dari Tenaga Ahli Jaksa Agung, Barita Simanjuntak.
Menurut Barita, untuk membongkar kasus ini menjadi terang benderang, tim penyidik bekerja penuh kehati-hatian dan tetap mengedepankan profesionalitas. Terlebih menyangkut aliran dana yang dianggap hasil dari tindak pidana korupsi. Tim penyidik dituntut untuk cermat agar mampu memisahkan mana yang dari hasil tindak pidana korupsi, mana yang dari penghasilan lain yang tidak ada hubungannya dari kasus itu sendiri.“Kan itu bagian dari penyidikan, ya makanya kecermatan, kehati-hatian dan sikap profesional jaksa itu sangat diperlukan, sebab ini berkaitan dengan hak-hak personal ya, dari satu tindak pidana korupsi telah ditetapkan aset tersangka, eh setelah ditelusuri ternyata secara bersamaan dirinya juga memiliki keluarga, katakan itu adalah istri dan memiliki penghasilan. Kan jadinya zalim dong kalau uang hasil jerih payah seseorang dirampas,” jelas Barita Simanjuntak dalam keterangan tertulis yang diterima potretnews.com, Selasa (30/4/2024).Untuk memilah mana yang dari hasil kejahatan maka diperlukan klarifikasi terhadap pihak terkait.“Maka ada tekniknya, ada metodenya untuk menentukan mana itu hasil metode kejahatan untuk menjadi dasar proses penyitaan dan perampasan, bukan karena dari penghasilan. Makanya kecermatan dan profesionalitas itu dilakukan, diklarifikasi, diminta, ditanya ini kapan hartanya diperoleh. Dari mana dananya, dari penghasilan-penghasilan apa,” jelas Barita yang juga mantan Ketua Komisi Kejaksaan ini.
























