BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Satu hal yang dilakukan panitia pelaksana Turnamen Bola Voli Bermasa Pedekik Cup II Tahun 2023 di Kabupaten Bengkalis, Riau, perlu mendapatkan apresiasi adalah sistem temu antara tim peserta turnamen yang dibuka pada Selasa, 19 Desember 2023 malam. ”Alhamdulillah, pembukaan turnamen malam ini berkat doa dari masyarakat, dari orang tua yang telah mensupport untuk kegiatan kita ini sehingga dapat terlaksana walaupun sedikit tertunda karena cuaca," kata Ketua Panitia Rahmad Dasuki kepada potretnews.com, Selasa (19/12/2023) malam.
Akrab disapa Amex, pengantin baru bersama seluruh kepanitiaan tetap semangat melaksanakan turnamen.
"Ini perdana event turnamen bola voli yang kita laksanakan pada malam hari. Untuk kepanitiaan sengaja kami melibatkan adik-adik agar sejak sekarang mereka belajar sehingga menjadi regenerasi. Mereka mulai belajar berorganisasi mulai dari lapangan dan segala macamnya dalam kegiatan yang positif sifatnya sehingga mereka terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Orang tua mereka sangat mendukung dengan adanya kegiatan ini. Meskipun terkendala dalam hal pendanaan namun melalui sharing komite, untuk pembukaan pihak Pemdes Pedekik menanggulangi sekian persen selanjutnya kekurangannya kami mencari, yang penting turnamen ini tetap berjalan mencari donatur-donatur yang mensupport kegiatan ini dan Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan tetap lancar sampai grand final pada 31 Desember 2023 mendatang," ucapnya.Diakui seorang pemeran film Perang Sosoh produksi Pemerintah Desa (Pemdes) Pedekik ini pada umumnya dan selalunya turnamen bola voli di Kecamatan Bengkalis dan Bantan menggunakan sistem gugur namun turnamen bola voli Pedekik 2023 membuat perubahan.”Kami membuat sistem setengah kompetisi sehingga peserta turnamen puas bermain sebab berbeda dengan sistem gugur jika kalah hanya sekali bermain, tidak bisa main lagi dan jika menang barulah mereka melanjutkan permainan ke babak di atasnya. Dengan sistem setengah kompetisi ini tim yang kalah bermain, masih ada kesempatan bermain pada keesokan harinya sehingga bisa saja masuk ke babak semifinal atau grand final," pungkas Amex.
Untuk memaksimalkan turnamen, peserta hanya berasal dari dua kecamatan saja yaitu Desa Wonosari, Pangkalanbatang, Rimbasekampung, serta Desa Senggoro kemudian tuan rumah Pedekik yang menurunkan 4 tim dari Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan yang terdiri dari Desa Kembungbaru, Telukpapal, Bantan Timur dan Desa Pambang Pesisir yang dibagi ke dalam 4 pool," terang Amex yang saat ini adalah anggota BPD Desa Pedekik seraya menambahkan bahwa sejak tahun 2019 tim bola voli Desa Pedekik sampai sekarang Alhamdulillah untuk Kecamatan Bantan dan Bengkalis selalu masuk ke dalam grand final serta selalu menjadi juara 1 atau juara 2."Malam ni (turnamen) libur karena ade rutinitas Jamaah Tareqoh. Sejak pembukaan, turnamen dua kali ditunde karena cuace sehingge kite beralih siang juge, rencana mulai tadi tapi karene faktor cuace (hujan), kite liburkan dan rencana besok siang dilanjutkan kande," tulis Rahmad Dasuki dalam gaya bahasa Melayu Pesisirnya melalui chat WhatsApp, Senin (25/12/2025) pukul 21.08 WIB.Hadir dalam turnamen yang dibuka Pj Kades Pedekik diwakili Sekdes Maskur, camat diwakili Sekcam Muhammad Jefri, Polsek diwakili Bhabinkamtibmas Brigadir Fakhrul Razi, Danramil 01/Bkls diwakili Babinsa, Waka V Bidang Organisasi KONI Bengkalis Syaifullah, dari PBVSI, BPD, dan Kelembagaan Desa Pedekik serta pencinta bola voli terlihat usia anak SD, SLTP, SLTA, mahasiswa, kaum bapak, bahkan balita yang dibawa ibu mereka.***