Raja Isyam Azwar di Mata Yusmar Yusuf; Terobosan Jenial dalam Gelombang Zaman
![]() |
Prof Yusmar Yusuf. |
Sejak awal reformasi, demikian Yusmar, dalam silat gayung Isyam menakhodai media khusus politik yakni WataN. WataN, ketika itu, adalah media jangkauan menengah. Selain WataN, lanjut Yusmar, Isyam juga pemimpin media berwawasan kebudayaan yang kuat dulu yakni Riau Pos.Kini menerajui media yang mendekati matisuri, Genta, dan menyala kembali di tangan Isyam. Isyam telah menempuh berbagai lautan gelombang dunia media. Di awal masa Reformasi dengan menakhodai WataN.
Pada masa puncak jaya media cetak dengan menerajui Riau Pos. Lalu kini di era senja media cetak menjadi pemimpin Genta. Yusmar menjuluki Isyam sebagai The Golden Boy, yang gaul, hangat, dan gentile.”Itulah modal yang dirindui oleh sosok pengurus partai politik atau calon anggota legislatif. Tapi, Isyam tak tergoda menuangkan diri dan menyepuh dirinya di ruang politik praktis yang pro-baliho itu,” tutur Yusmar.
Latar belakang kesarjanaan yang bersilang dengan profesi kewartawanan, lanjut Yusmar, menunjukkan bahwa Isyam memang sosok yang peduli akan kehadiran garis demarkasi produktif urban-rural: ngopi-ngopi ganteng dan pekebun sepi di ruang pastoral pedesaan.”Pandanglah ke masa depan, dan jangan gamang menyentuh titik terendah. Regarde toujours devant, n'aie pas peur de toucher le fond. Mungkin inilah wawasan Isyam tentang kehidupan dan jurnalisme sebagai benderang semesta itu,” ungkap Yusmar.***
Muhammad Amin Nasution

























