Home > Berita > Umum

Bekas Pemain Sepak Bola Seangkatan Rahmat Darmawan dan Aji Santoso di Semarang Hidup Terlunta-lunta, Anaknya Terpaksa Menjadi Pemulung

Bekas Pemain Sepak Bola Seangkatan Rahmat Darmawan dan Aji Santoso di Semarang Hidup Terlunta-lunta, Anaknya Terpaksa Menjadi Pemulung

Kondisi Budiono Sutikno saat ini dan tatkala masih menjadi pemain sepak bola. (F-TRIBUNNEWS.com)

Kamis, 26 Oktober 2023 18:13 WIB

SEMARANG, POTRETNEWS.com — Budiono Sutikno, eks pemain PSIS Semarang era 1994-1995-an itu terpaksa menapaki hidup yang semakin berat. Untuk menyambung hidup, dia hanya mengandalkan bantuan dari para relawan dan rekan saat masih menjadi atlet profesional seperti pelatih Rahmat Darmawan dan Aji Santoso.

”Mencukupi kebutuhan keluarga bantuan dari teman bola-bola. Yang paling dominan itu Aji Santoso dan Rahmat Darmawan," kata Budiono, saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (26/10)2023). Selain dari rekan, anak pertamanya juga pernah bekerja sebagai pemulung untuk menyukupi kebutuhan keluarganya.

”Untuk aktivitas sehari-hari susah, sampai anak saya yang pertama cari rosok. Sekarang anak pertama 16 tahun kedua 14 tahun," ujar dia, dilansir dari kompas.com.

Meski demikian, dia bersyukur masih mempunyai kartu BPJS. Saat ini, anaknya juga bisa sekolah dengan cara kejar paket C. "Alhamdulillah BPJS punya, dari pemerintah belum," imbuh dia. Tubuhnya kini tak sekuat saat menjadi atlet sepak bola. Penyakit diabetes benar-benar menggerogoti tubuhnya.

Matanya juga mengalami katarak, sementara hidungnya pecah yang membuatnya susah bernapas. Penderitaannya kian bertambah karena istrinya terserang stroke sejak satu tahun yang lalu. Saat ini, keluarganya tak mempunyai penghasilan. Karena keterbatasan ekonomi, dia terpaksa tinggal di sebuah rumah susun (rusun) Kota Semarang bersama dua anaknya.

Sebelum di rusun, dia juga pernah tinggal di kos-kosan. "Pernah tinggal di kos tapi tak bisa bayar. Akhirnya terusir. Baru 5 tahun di rusun saya," terang dia.

Seperti diketahui, Budiono merupakan pemain yang pernah membela PSIS Semarang pada Divisi Utama Liga Indonesia 1994–95 atau Liga Indonesia I (Ligina I). Ligina 1 merupakan musim dimulainya Liga Indonesia setelah penggabungan kompetisi Perserikatan dan Galatama dengan nama ”Liga Dunhill”.***

Editor:
Abdul Roni

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id