BENGKALIS, POTRETNEWS.com —Di antara tanggapan organisasi masyarakat (ormas) maupun undangan yang hadir langsung maupun tidak dalam acara zikir dan doa serta pembacaan maklumat bagi masyarakat Melayu Pulau Rempang dan Pulau Galang yang digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis pada Rabu, 20 September 2023 , kami rangkum dalam tulisan berikut ini. Iskandar Izhar, Panglima Pasukan Kehormatan Negeri, menuturkan, pada dasarnya kami menyambut baik dan sangat mendukung apa yang telah dilakukan oleh LAMR Kabupaten Bengkalis.
”Mudah-mudahan dengan diadakannya pembacaan Surat Yasin, tahlil serta doa bersama ini mendatangkan pertolongan dari Allah Azza Wajalla, sehingga permasalahan yang terjadi pada saudara-saudara Melayu kita di Pulau Rempang dan Pulau Galang segera menemukan titik penyelesaian yang terbaik. Dan sebagai salah satu Organisasi Melayu yang ada di kabupaten ini, kami memberikan doa dan dukungan kepada saudara kita di sana," kata Panglima Iskandar.Datuk H Arifin Ketua DPH LAMR Kecamatan Bantan, mengatakan, menyikapi kejadian yang terjadi di Rempang, Galang Kepri, sebagai orang Melayu, kita sangat prihatin, karena yang dilawan adalah kekuatan negara.”Rasanya secara fisik kita tidak bisa menang, salah satu upaya kita sebagai orang Melayu, yang mayoritas muslim, adalah doa, karena kalau Yang Maha Kuasa berkehendak dan mengabulkan doa, semua akan bisa. Terkait Maklumat yang dikeluarkan LAMR Kabupaten Bengkalis, adalah sebagai rasa simpati terhadap saudara-saudara kita Melayu Rempang Galang, begitu juga dengan dzikir dan doa yang kita ikuti bersama juga atas dasar kemanusiaan karena ada yang merasa tertindas oleh adi kuasa, Salam kompak Melayu Sedunia, terima kasih," ucap Datuk Arifin.
Datin Deliza Aziz, Puan LAMR Kabupaten Bengkalis, mengungkapkan, ”Masya Allah, Alhamdulillah.. terbuka mata dan hati kita melihat penderitaan masyarakat Rempang dan Galang yang saat ini berjuang mempertahankan tanah air leluhur mereka. Kita sebagai sesama bangsa Melayu terketuk hati untùk membantu melalui doa. Itulah senjata kita sebagai seorang muslim. Kegiatan yang dilakukan oleh LAMR Kabupaten Bengkalis adalah bentuk rasa empati akan nasib bangsa Melayu. Begitu sedih melihat penderitaan mereka, karna uang dan kuasa tergadai Bangsa, masyarakat Rempang dan Galang jadi sasaran investasi yang membuat mereka harus meninggalkan tanah leluhurnya, untuk kepentingan bangsa asing dan penguasa. Mudah-mudahan ada jalan keluar dalam menyelesaikan masalah ini. dan semoga Allah SWT menjawab doa-doa kita semua.Datuk Edi Yusri Ketua DPH LAMR Siak Kecil, menyampaikan permohonan maafnya karena tak hadir pada acara tersebut. ”Mohon maaf, semalam saya tak ikut, saya masih di luar daerah.. Intinya, apapun kegiatan mengatasnamakan soladiritas Melayu saya sangat mendukung, kita bukan puak kecik, kita bangsa. Kita telah mendiami negeri ini jauh lebih tua dari negara ini," tutur Datuk Edi Yusri.***