Ini Kata Kapolres Bengkalis AKBP Bimo Terkait TPPO yang Berhasil Digagalkan
![]() |
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Seorang wanita paruh baya berkaos warna oren dengan wajah yang ditutupi muncul di teras Mapolres Bengkalis tepat di belakang Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro,SH,SIK,MH berdiri, Kamis (14/9/2023) pagi.
Wanita berkaos oren berinisial SY yang dikawal 2 orang Polwan di kiri dan kanan ini adalah tersangka Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) yang diamankan di rumahnya pada Senin (11/09/2023) kemarin dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di hutan mangrove (bakau) Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis Riau. Kapolres AKBP Setyo Bimo Anggoro dalam konferensi persnya kemarin mengatakan perkara ini berhasil diungkap oleh Tim Gabungan dari Polres Bengkalis dan Unit Reskrim Polsek Bukit Batu. Atas keberhasilan kerja tim ini maka 30 orang dengan rincian 25 WNI (Warga Negara Indonesia) dan 5 orang WNA (Warga Negara Asing) Bangladesh selamat dari perkara tadi."Dalam perkara ini, kita menetapkan satu orang tersangka dengan inisial SY dan telah menetapkan dua orang DPO (Daftar Pencarian Orang) yaitu saudara SP dan S," kata Kapolres AKBP Setyo Bimo Anggoro di hadapan awak media cetak, online, maupun media elektronik.Dibeberkan AKBP Bimo, kronologis penangkapan berawal dari adanya informasi dari masyarakat dan hasil penyelidikan tentang adanya kelompok orang yang akan menyeberang dengan tujuan negara Malaysia untuk bekerja secara ilegal.Atas informasi ini, tim gabungan berhasil melakukan penyelidikan dan menemukan mereka sedang bersembunyi dalam hutan yang tentunya membutuhkan upaya yang cukup luar biasa dari tim untuk masuk ke dalam hutan mencari 30 orang tadi untuk diselamatkan sehingga mereka tidak menjadi korban perdagangan manusia.Kapolres AKBP Setyo Bimo Anggoro didampingi Waka Polres Kompol Faris Nur Sanjaya, Kasat Reskrim AKP Firman Fadhila, Kanit Tipikor Iptu Hasan Basri dan lainnya memperlihatkan BB 21 paspor (atas), sebagian korban TPPO yang berhasil diselamatkan (bawah), Kamis (14/09/2023).

























