BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Meski waktu teramat singkat untuk sebuah Pelatihan Seni dan Budaya, namun peserta mampu memanfaatkan kesempatan dengan maksimal. Kemampuan dan keberhasilan peserta yang merupakan utusan setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis ini tidak terlepas dari jiwa seni yang tersuruk belum muncul karena berbagai kendala dan hambatan. Selain itu, tentunya peran pemberi materi selaku pelatih yang memang telah diakui baik langsung maupun tidak, akan kemampuan mereka mentransferkan sedikit ilmu dan pengalaman kepada peserta tadi.
Tak ketinggalan, peran panitia pelaksana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) yang menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
Pantauan wartawan media ini di lapangan pada Senin, (14/8/2023), ada 3 cabang seni yang dipilih salah satu masing-masing peserta tadi.Pertama, Seni Teater dengan pemateri SPN Musrial Mustafa rela menunggu aula tempat latihan yang digunakan cabang seni lain sebab jika bergabung maka apa yang direncanakannya tidak maksimal didapatkan.Oleh karena itu, peserta Seni Teater akhirnya latihan di sisi kanan hotel tempat mereka menginap kebetulan hujan yang mengguyur sejak pagi, telah teduh pada bakda Zuhur. Hanya 10 orang peserta saja tergabung dalam cabang seni dengan mengangkat naskah berjudul Cik Puan yang disutradarai Zakaria seorang guru di Kecamatan Siakkecil.
Saat latihan, banyak hal yang belum peserta ini kuasai, bloking panggung, penjiwaan, intonasi, artikulasi, jeda, bahasa tubuh dan lainnya namun keseriusan mereka akhirnya bisa tampil jauh lebih baik, bahkan didukung properti yang dibantu Epol serta properti lain yang entah dari mana datangnya. Pindah ke Seni Tari yang dipercayakan kepada Cita Roza menjadi pemateri.Di aula tempat acara terlihat beberapa penari memperhalus gerak tubuh dengan hitungan, tanpa musik sementara Cita Roza pula berbincang-bincang dengan beberapa peserta lain di cabang ini. Cabang Seni Musik pula kembali Oesman yang saat pelatihan sesi pertama beberapa tahun lepas juga menjadi pelatih, tahun ini berdua dengan Hardi Wahyudi.Hari Wahyudi saat diwawancarai menjawab bahwa selama setahun dirinya belajar dan bergabung bersama Pak Ngah warga negara Malaysia. Hari mengaku ada kerja sama yang diterima Pak Ngah kemudian ada projek di TV3. Hari sangat beruntung, dengan bergabung dengan Pak Ngah yang sekarang telah bersemayam di Tanah Perkuburan Tan Sri P Ramle, Kuala Lumpur Malaysia, berkesempatan menjadi pemain musik mengiringi Siti Nurhaliza, dan banyak artis Malaysia lainnya.”Potensi bermusik anak-anak Bengkalis sangat tinggi. Semase saye bersekolah di SMA dulu ade satu kegiatan Helat Seni yang banyak muncul musik-musik baru, pemain teater baru, penari baru. Ditambah lagi seniman yang ade di Kabupaten Bengkalis ini lumayan ramai dan sudah banyak bermain di negara orang selain di Jawa yang bisa dikatekan berkeliling Indonesia," kata Hardi kepada potretnews.com, Senin (14/08/2023) malam.Jujur Hardi menuturkan workshop ini mungkin tidak maksimal, ”Tetapi dengan kompak dan keje same akhirnye untuk karya pun siap satu lagu itupun lagu dari salah satu peserta dari Kecamatan Bandar Laksemana, musiknye digarap ulang, liriknye ade yang dibantu oleh Bang Oesman serta lainnye," pungkas Hardi yang juga pernah menjadi pemain musik pengiring artis Indonesia diantaranya grup Balawan dan beberapa artis lainnya.
Rahman Arif seorang peserta Seni Musik pula merasa bangga karena dipilih oleh Kecamatan Bantan untuk ikut pelatihan tadi. ”Syukur mendapatkan pengalaman, teman-teman baru, wawasan baru, serta mendapatkan silaturahmi yang berpanjangan. Terima kasih kepada Pemkab Bengkalis karena dengan ikut workshop ini kita mendapatkan sesuatu yang lebih baik untuk kedepannya," ucapnya.Sementara itu Kadis Parbudpora yang diwakili Sekretarisnya Reza Noverindra, berhadap dengan kegiatan ini dapat menjadi tempat berkreativitas bagi para peserta pelatihan ini.”Dan kita berharap juga ini tidak hanya sebatas habis kegiatan maka habislah semuanya, tetapi kita berharap setidaknya di lingkungan keluarga kita masing-masing, kalaupun tidak di lingkup yang lebih tinggi. Kita lihat tadi setelah mereka mengikuti pelatihan selama 3 hari ada hasil yang mereka dapat, mulai dari Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Teaternya dan itu langsung diterapkan walaupun masih ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki," beber Reza.Saat ditanyakan tentang pernyataan terbuka yang diterimanya dari penggiat seni Kecamatan Mandau, Reza Noverindra mengatakan, sebetulnya Dinas Parbudpora komit untuk melestarikan seni dan budaya ini cuman perlu penajaman-penajaman lagi misalnya konsepnya seperti apa yang akan kita bikin.”Pernyataan tadi ada disebutkan untuk menggelar event Seni Tari, Seni Musik, Seni Teater dan lainnya. Insya Allah, ke depan kita akan coba melaksanakan kegiatan ini, konsepnya akan kita carikan seperti apa mudah-mudahan bisa terealisasi," terang Reza Noverindra.***