BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Untuk menjaga dan memupuk hubungan pertalian darah antara anak, cucu, cicit dengan moyang buyutnya, maka Keluarga Besar Cucu Cicit Awaluddin melakukan silaturahmi, Sabtu (8/7/2023). Acara bernama Silaturahmi Keluarga Beso Cucu Cicit Moyang Awaluddin yang membuat haru, meneteskan air mata seorang Nadlan bin Ibrahim yang sekarang tinggal di Melaka menjadi Warga Negara Malaysia ini digelar di rumah Rusmali Fahmi yang terletak di Jalan Nelayan Pangkalanbatang, Bengkalis Riau.
Haru dan tetes air Nadlan karena keinginan untuk menggelar silaturahmi ini telah lama beliau impikan. Kenang dan cerita kecil di Pangkalanbatang jadi rindu teramat dalam yang ingin diungkitkan kembali sebab banyak kebaikan yang bisa diwariskan kepada terombo atau silsilah garis keturunannya.Kepada wartawan
potretnews.com, Penasihat Cucu Cicit Awaluddin Nadlan bin Ibrahim mengisahkan bahwa sejak tahun 1970-an telah meninggalkan Desa Pangkalanbatang berpindah ke Dumai.
Setelah 10 tahun atau tahun 1980-an dia berpindah ke Malaysia yang sekitar 3 bulan berada di Malaysia telah mendapatkan IC Merah atau KTP di sana.”Saye cukup terharu, ape yang saye cite-citekan dahulu dapat terlaksane dan sambutannye cukup banyak," kata Nadlan melanjutkan ceritanya yang mengaku beristri orang Bengkalis dikaruniai 4 orang.
Menjawab pertanyaan wartawan media ini, dengan logat Melayu Nadlan menuturkan, insya Allah, yang kedue nanti di Medang (Rupat Utara) ataupun di Dumai, saye berencana pakai baju seragam. Tidak pun seragam, sekurang-kurangnye pakai rompi supaye dikenali dari rumpun mane. Saye mohon pade cucu cicit, supaye segale hal (yang tidak baik) jangan diperlebarkan lagi. Yang berpangkat memandang ke bawah supaye ditolong, yang selisih paham atas suatu masalah harus diselesaikan supaye kedepannye kite dapat maju, dapat ilmu.”Saye mengucapkan teghime kasih kepade Rusmali Fahmi dan seluruh panitia, kami bersyukur ape yang dilaksanakan dengan besusah payah tidak mengenal lelah, kami daghi jauh cume datang untuk berkumpul saje," ungkap penggagas silaturahmi ini di akhir wawancara.Sekitar 250-an hadirin berasal dari 6 rumpun berkumpul di acara silaturahmi ini. Rumpun Abdullah dan rumpun Gane atau Gerhane dari Pangkalan Batang, rumpun Harun dari Medang, Bayak di Dumai, Semah di Bengkalis serta rumpun Wan Manah dari Bantan Air. Keenam rumpun ini menyebar di Bengkalis, Sepahat, Dumai, Tanjungmedang, Malaysia, Siak, Pekanbaru, Kubu Rokan Hilir, Senayang Bintan Provinsi Kepulauan Riau.Sebelumnya, dalam sambutan singkatnya, Rusmali Fahmi sang tuan rumah tadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana pendukung acara yang menggunakan dana yang dikumpulkan sebesar Rp18 juta sumbangan Cucu Cicit Moyang Awaluddin sehingga acara dapat berjalan dalam rida Allah Swt.Sementara itu, Ketua Silaturahmi Keluarga Beso Danil Effendi pula dalam kesempatan itu menyampaikan dahulu pernah menanyakan kepada almarhumah ibunya siapa moyang mereka. Kemudian komunikasi berlanjut dengan Nadlan bin Ibrahim sehingga terbentuklah WhatsApp Grup (WAG) yang anggotanya tak lain tak bukan cucu cicit Moyang Awaluddin itu sendiri.
Diceritakan kembali oleh Danil Effendi, Awaluddin dahulunya adalah seorang hulubalang yang ditugaskan Datuk Laksamana Raja Di Laut di daerah Dumai untuk memantau keadaan yang mungkin kala itu sekitar tahun 1800-an ke atas banyak lanun di masa Sultan Syarif Kasim berkuasa.”Waktu die betugas di Dumai, bertambah lah bini (istri) due oghang lagi yaitu oghang (Suku) Sakai," beber Danil Effendi. Acara diawali mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Alquran oleh qari Mansur yang pernah menjadi juara III MTQ tingkat Kabupaten Bengkalis. Juga diisi dengan tausyiah singkat penulis buku ”Dan Malaikat pun Iri" yang disampaikan Ustaz Muhammad Rizal guru MAN 1 Bengkalis dengan inti fadhilat yang akan didapatkan orang yang menjadi silaturahmi.Koreografer Cita Roza bersama sang istri pula menampilkan tarian kreasi yang disiapkan sehari sebelum acara ini. Dilengkapi dengan Kanit Lantas Polsek Mandau Ridwan dari rumpun Harun Medang tampil membawakan tembang lawas. Semua acara dipandu oleh Muhammad Safikri remaja yang berprestasi bidang seni budaya hingga tingkat nasional serta berdampingan dengan Elia Roza sang penyanyi bersuara Hindustan yang dalam acara ini menyumbangkan perangkat tenda.Pantauan di lapangan, melalui silaturahmi tadi berkemungkinan bisa menyumbangkan satu kursi di legislatif jika saja ada yang maju mencalonkan diri. Bukan itu saja, sesuai harapan Nadlan bin Ibrahim, kepada yang di atas atau berkemampuan/ berpangkat maka bisa memberikan kepercayaan mendapatkan kesempatan kerja di perusahaan atau lembaga negara yang selalu terbuka tapi informasinya mungkin tidak sampai kepada cucu cicit Moyang Awaluddin.***