GPM Tajaan Dinas Ketapang Bengkalis Harga Lebih Murah, Warga pun Semringah

GPM Tajaan Dinas Ketapang Bengkalis Harga Lebih Murah, Warga pun Semringah

Kadis Ketahanan Pangan, Susy Hartati,SP,MSi saat diwawancarai awak media, Senin (26/6/2023).

Rabu, 28 Juni 2023 17:09 WIB
Junaidi Usman
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Gerakan Pasar Murah Ke-3 serentak se-Indonesia sempena menyambut Hari Raya Iduladha tahun 1444 Hijriah yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan (Dinas Ketapang) Kabupaten Bengkalis diserbu warga, Senin (26/6/2023). Banyak lembaga atau pihak yang ikut berkonstribusi dalam GPM Ke-3 ini. Sebut saja Forum Kewirausahaan Pemuda, Kadin, BUMDes Kualaalam dengan jualan nanas, lomek salai, kue bangkit, mie sagu, terasi botol, canai Mira Akbar, lempuk durian.

Kemudian untuk bahan makanan pokok, disiapkan Distributor Karoja Jaya yang menjual cabai merah dan cabai rawit 25 ribu per kg, tomat 10 ribu per kg, jeruk 15 ribu per kg, wortel 14 ribu per kg, bawang packing pimpong 16 ribu per kg, bawang packing baby 20 ribu per kg, bawang putih 36 ribu per kg, bawang Jawa 32 ribu per kg, kunyit 12 ribu per kg, jahe 20 ribu per kg, kentang rendang 12 ribu per kg, dan kentang besar 13 ribu per kg. Selain itu, juga dijual beras, telur, produk UMKM Bukitbatu, Dapur Bunda, Bandarlaksamana, Sarana Hidup Prapat Tunggal, Barokah Desa Air Putih, Binaan Home Industri, dan Meri Kemojo Kelapapati Darat.

Saroji, seorang pembeli kepada media ini mengatakan kalau dirinya belanja di GPM ini dibandingkan dengan harga di pasar itu sangat jauh. Di pasar cabe 35 ribu per kg sedangkan di GPM hanya 25 ribu per kg.

”Jadi kita beli banyak seperti ini, kita bisa jualkan di kampung (Desa Penebal), sehingga orang kampung bisa terbantu. Semua barang yang dijual di pasar murah ini sangat banyak turun (harga)nya dibandingkan di pasar umum, seperti bawang putih, bawang merah, cabe, cabe rawit. Kalau setiap hari seperti ini ya terbantu masyarakat desa," kata Saroji pemilik warung di KM 19 Desa Penebal.

Kepala Dinas Ketapang Susy Hartati,SP,MSi saat diwawancarai mengatakan GPM tersebut digelar di 34 provinsi, 265 kabupaten/kota secara serentak se-Indonesia pukul 08.00 WIB secara Zoom.

Susy berharap dengan GPM yang dilakukan Dinas Ketapang Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu upaya dalam menyediakan pangan kepada masyarakat yang berkualitas, yang murah di bawah harga pasar. Dinas Ketapang menggandeng beberapa distributor, agen, Bulog, dan sekaligus melakukan Bazar Pangan Lokal yang diproduksi UMKM di kabupaten ini.

Saat ditanyakan beras yang termasuk cepat habisnya di GPM ini, Susy menyebutkan bahwa Bulog menyiapkan 2,35 ton beras. Karena beras ini kembali di-launching dalam CPP Cadangan Pangan Pemerintah, hanya mampu menyediakan hampir 2,5 ton saja dalam GPM ke-3 ini.
”Kita berharap untuk GPM berikutnya, berasa akan disiapkan lebih banyak lagi," tutur Susy di akhir wawancara.

Bupati Bengkalis Kasmarni diwakili Plt Sekda dr Ersan Saputra saat membuka GPM tadi dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan Kabupaten Bengkalis. Upaya yang dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemkab Bengkalis dalam rangka hari besar keagamaan menyambut Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah. Pemkab Bengkalis memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat.

”Dalam mendukung inflasi, kami sangat menyadari bahwa kondisi perekonomian saat ini sedang mengalami inflasi yang cukup tinggi sehingga terjadinya kenaikan harga kebutuhan bahan pangan," katanya.

Selanjutnya Ersan menambahkan Pemkab Bengkalis tentu harus bertindak dan bergerak cepat dalam meringankan beban masyarakat sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga lebih terjangkau. Ke depannya agar lebih ditingkatkan terutama dari mitra distributor, mengingat distributor mampu memenuhi subsidi sosial yang tidak hanya berorientasi keuntungan ekonomi semata.***(INF)

wwwwww
www.amsi.or.id