Bupati Bengkalis Tekankan soal Ini kepada Peserta Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Bupati Bengkalis Tekankan soal Ini kepada Peserta Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Plt Staf Ahli H Alfakhrurrazy menyampaikan arahan Bupati pada Pembukaan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Bengkalis, Rabu (14/6/2023).

Rabu, 14 Juni 2023 13:21 WIB

BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Bupati Bengkalis diwakili Plt Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik H Alfakhrurrazy membuka Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bagi guru peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang studi Agama Islam di Kabupaten Bengkalis, bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Rabu (14/6/2023).

Dalam sambutannya Alfakhrurrazy mengatakan dalam penerapan kurikulum merdeka, lebih memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengeksplorasi kemampuannya sesuai dengan sarana, input serta sumber daya yang dimiliki, serta memberikan kemerdekaan kepada guru untuk menyampaikan materi yang essensial dan urgen. Dan yang paling penting lagi adalah memberikan ruang yang luas dan bebas bagi peserta didik untuk lebih memaksimalkan potensi yang dimiliki para pelajar tadi agar memperoleh hasil pendidikan yang maksimal.

”Saat ini yang menjadi fokus kita, bagaimana kebijakan kurikulum merdeka semestinya sejalan dan kompatibel dengan nilai dan prinsip dasar pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dan menurut kami, sebenarnya pengembangan prinsip dasar PAI dengan kebijakan kurikulum merdeka tidak sulit untuk dijalankan," ucap Razy.

Selain itu lanjutnya, kebijakan kurikulum merdeka secara eksplisit bertujuan untuk mengembangkan secara holistik kompetensi dan karakter pelajar Pancasila, sedangkan fokus ruang lingkup pendidikan PAI itu terletak pada perwujudan karakter religius dalam arti luas, yakni kekokohan keyakinan, ketaatan ibadah, dan diimplementasikan dalam dua bentuk kehidupan sosial, baik dalam hubungan interpersonal maupun dalam penggerak peradaban, sehingga tujuan PAI sangat koheren dengan kebijakan kurikulum merdeka yakni mewujudkan kompetensi siswa yang holistik dan berkarakter Pancasila yang diimplementasikan dalam kehidupan, baik sebagai individu, masyarakat dan bangsa.

"Implementasi kurikulum merdeka juga sangat relevan dengan mata pelajaran PAI, sebab pembelajaran dilakukan dengan bertahap dan berkesinambungan antara fase satu ke fase yang lain. Mengingat, PAI harus disampaikan secara bertahap dan menyeluruh serta dimulai dari hal yang paling dasar yaitu penanaman akidah yang kuat baru kemudian berlanjut ke ranah yang lainnya," ujar Razy.

“Melalui workshop ini Bapak/Ibu Guru PAI dapat segera menyesuaikan diri dengan kurikulum merdeka ini, mengingat kemampuan Guru PAI dalam menentukan tujuan pembelajaran dari capaian pembelajaran yang ditentukan, akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran PAI kepada para siswa nantinya,” harap Razy.

Pada kesempatan itu juga dilakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Kakan Kemenag Bengkalis H Khaidir pula dalam sambutannya mengajak peserta workshop untuk menjadikan workshop sebagai wadah untuk membentuk cara mendidik siswa yang profesional.

"Kurikulum merdeka ini merupakan alat paling penting bagi guru karna selain dapat menciptakan guru yang profesional dalam mengajar tentunya juga untuk meningkatkan kualitas belajar para peserta didik," kata H Khaidir.

Dia juga menjelaskan tentang standar kompetensi lulusan bahwa kriteria kelulusan peserta didik pada Kurikulum Merdeka harus lebih ke karakter profil pelajar Pancasila dan kompetensi, sehingga proses belajar mengajar bukan lagi berbasis materi tetapi berbasis aktivitas. Kakan Kemenag H Khaidir mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau yang sudah hadir untuk memberikan pencerahan dan berbagi ilmu tentang Kurukulum Merdeka.

"Mudah-mudahan dengan mengimplimentasikan Kurukulum Merdeka, para Guru PAI dapat menjadikan generasi penerus bangsa menjadi lebih baik dan lebih maju," harap Kakan Kemenag.

Pada kesempatan ini juga dipergunakan oleh Kakan Kemenag menyampaikan sinergisitasnya dengan Pemda Bengkalis melalui Dinas Pendidikan tentang layanan pembayaran sertifikasi guru. Adapun Workshop yang dilaksanakan selama 2 hari ini terbagi menjadi dua sesi yakni pemaparan program dan materi.

Tampak hadir pada acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H Khaidir, Dekan Fakultas Tarbiyah dan keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Dr H Kadar, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Muthu Saily, dan Kabag Kerjasama Setda Bengkalis diwakili Jabatan Fungsional Analis Kebijakan Ahli Muda Zulham Putra.***(INF)

wwwwww
www.amsi.or.id