Home > Berita > Umum

Takziah ke Rumah PPS Batubara yang Meninggal saat Bertugas, Ahmad Doli Kurnia Tandjung: Komisi II DPR RI Sudah Desak Kemenkeu Beri Fasilitas Asuransi

Sabtu, 10 Juni 2023 08:18 WIB
takziah-ke-rumah-pps-batubara-yang-meninggal-saat-bertugas-ahmad-doli-kurnia-tandjung-komisi-ii-dprKetua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan kata penghiburan saat melayat ke rumah duka almarhumah Erliah. (F-SENTRALBERITA.com)
BATUBARA, POTRETNEWS.com — Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Seorang Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Batubara Provinsi Sumatra Utara, Erliah mengalami kecelakaan lalu-lintas saat menjalankan tugas, Kamis (8/6/2023). Hal itu dibenarkan oleh Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPR RI), Dr Ahmad Doli Kurnia Tandjung, yang tengah melakukan kunjungan kerja di Sumatera Utara.

Saat accident, Erliah sedang dalam perjalanan untuk mengikuti rapat di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Kepada media, Doli menyatakan bahwa ia berkali-kali mendesak pemerintah untuk lebih serius menyiapkan perlindungan bagi para petugas pemilu di lapangan.

”Para petugas pemilu di lapangan ini berjuang sangat serius untuk mengawal agenda negara. Mereka bekerja antara hidup dan mati, mengabdikan dirinya untuk mensukseskan pemilu ini. Tidak kenal lelah, sampai meregang nyawa. Ada yang meninggal”, ujarnya saat bertakziah ke rumah korban.

Sebelumnya, lanjut Doli, ia juga mendapatkan data dari Kabupaten Asahan ada petugas pemilu yang meninggal karena sakit, bahkan ada yang mengalami keguguran. Semua itu harus menjadi perhatian pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada para petugas pemilu di front terdepan.

”Kami di Komisi II DPR sejak tahun lalu sudah mendesak Kemenkeu untuk menyiapkan skema asuransi untuk para penyelenggara pemilu 2024. Saya kira jumlahnya tidak besar, namun sampai hari ini usulan tersebut belum disetujui," tambahnya, dilansir tribunnews.com.

Berdasarkan penelusuran redaksi, isu asuransi beberapa kali disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu, baik saat hearing dengan pemerintah, pernyataan media, bahkan kolom khusus yang membahas pentingnya perlindungan petugas pemilu.

Ia mengaku tergerak untuk terus mendorong isu ”keselamatan petugas pemilu” setelah melihat tragedi Pemilu 2019, dimana 890-an PPS dan petugas pemilu lainnya meninggal akibat beban kerja yang berat. Untuk menghindari kejadian yang sama di Pemilu 2024, selain tuntutan perlindungan asuransi,

Doli juga mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pengetatan seleksi untuk panitia pemilu, mulai dari batasan umur, riwayat kesehatan dan potensi penyakit komorbit bawaan.
”Tragedi Pemilu 2019 lalu seharusnya membuat kita semua prihatin dan berpikir out of the box, mencari cara agar keselamatan para ujung tombak demokrasi terjamin," tutur Doli.***

Editor:
Abdul Roni

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id