BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Hadir memenuhi undangan acara perpisahan 30 pelajar kelas VI Tahun Pelajaran (TP) 2022/2023 di SDN 17 Bengkalis, Sabtu (3/6/2023) pagi terungkap bahwa puluhan pelajar tersebut kebanyakan akan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren (ponpes). Hal ini sebagaimana dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 17, Helmi SAg yang terletak di Desa Sebauk, Bengkalis ini. ”Insya Allah tanggal delapan (8/5/2023) nanti pengumuman kelulusan bakal keluar. Setelah kami telusuri, kami konfirmasi dengan wali kelas, dan juga anak-anak bahwa mereka umumnya berambisi untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, kebanyakannya ke pondok pesantren juga MTs. Sebagian kecil mereka ke SMP," kata Helmi kepada
potretnewa.com, Sabtu (3/6/2023) setelah selesainya acara.
Saat acara berlangsung, seorang pelajar kelas V bahkan mengaku telah menjadi penghafal Alquran. Hafalannya juga sangat luar biasa yaitu 10 juz atas kesempatan baiknya belajar pada malam hari di Humaira Quran Center (HQC) Desa Meskom yang dipimpin Ustaz Eka Saputra.”Alhamdulillah, anak-anak kita di sini juga punya kemampuan di bidang keagamaan juga. Di bidang olahraga juga karena saat turnamen di SMKN 2 Bengkalis kemarin mampu meraih juara II. Ini membuktikan bahwa anak-anak kita punya potensi sebagaimane saya sampaikan tadi. Harapan kami, kelak anak-anak kita inilah yang akan menggantikan kita," pungkasnya.
Helmi menekankan bahwa anak-anak yang menamatkan sekolah carilah sekolah-sekolah yang bagus yang baik bukan megahnya bangunan.”Baik dari segi teknologi, bangunan juga kita harapkan apa yang sesuai dengan tuntunan agama kita. Saat ini begitu banyaknya pemerintah memberikan bantuan-bantuan kepada siswa jadi tidak ada lagi istilah anak-anak kita putus sekolah karena tiada biaya. Zaman sekarang adalah zaman pendidikan kalau kita tidak melanjutkan pendidikan berarti tertinggal dari rekan-rekan lainnya," terang Helmi di akhir wawancara.
Seorang pelajar kelas VI, Muhammad Al Hafiz yang berhasil diwawancara mengaku akan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren karena ada saudaranya yang bersekolah di ponpes yang dia tuju. Saat acara perpisahan tadi, remaja berkulit hitam manis ini berkesempatan menyerahkan kado yang tanpa pengetahuannya disiapkan sang ibu kepada wali kelasnya.”Setelah tamat nanti masih mau datang ke (sekolah) sini, jika ada kegiatan mau membantu," tutur Hafiz yang awalnya belum punya cita-cita tapi akhirnya mau menjadi TNI dengan wajah senyum menyimpan sedih.Sebelum MC seorang ibuk guru memandu acara, lima penari cilik menyambut tamu lewat Tari Persembahan. Kemudian, MC mempersilakan Edi Yasri untuk memimpin pembacaan doa yang diamini Plt Helmi, majelis guru, murid kelas VI bersama orang tua, beberapa murid kelas IV dan V juga mantan Kepala SDN 17 Khairi yang telah purna bakti. Juga Fauziah dan beberapa guru yang telah purna bakti, Kepala SDN 18 Kamaruddin juga diundang hadir di acara ini.***