Datuk Kamaruddin dari LAMR Riau Sambangi Mualaf Rupat Utara
![]() |
RUPATUTARA, POTRETNEWS.com — Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau menggelar kegiatan Ustaz Kunjung Masyarakat Adat Akit di Desa Sukadamai, Kecamatan Rupat Utara, Jumat (2/6/2023) pagi.
Sebamyak 50-an mualaf yang terdiri dari kaum bapak, ibu-ibu, remaja, dan beberapa anak balita terlihat hadir di Musala Pusat Pembinaan Mualaf Pulau Rupat untuk bersua dengan Ketua Bidang Agama di LAMR Provinsi Riau Datuk Drs Kamaruddin beserta rombongan. Datuk H Kamaruddin di awal sambutannya menyampaikan salam dari Ketua Umum MKA, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf dan salam dari Ketua Umum DPH Datuk Seri Taufik Ikram Jamil. Tak lupa Datuk Kamaruddin menyampaikan permohonan maaf kepada hadirin sebab atas kegiatan tersebut, mereka rela meninggalkan rutinitas mereka dengan hadir di tempat acara. Rela tak "MenurEh", tak ke laut, tak panen sawit, dan kegiatan lainnya.Sebelumnya, Tokoh masyarakat Darwis mewakili Ketua Yayasan Rupat Utara Madani dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran LAMR Provinsi Riau di musala tadi. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para mualaf dengan menyita waktu untuk sebuah silaturahmi tersebut. Ditambahkan Darwis, kegiatan di musholla tadi sudah berjalan lebih kurang 2 tahun dengan kegiatan diantaranya Tahfiz Quran seperti sama-sama disaksikan di awal acara yaitu 3 orang remaja putri menampilkan hafalan ayat-ayat suci Alquran. Untuk presentasi, mereka yang dibinanya, pernah menjadi juara MTQ tingkat desa dan lainnya pada Cabang Tilawah dan Hafalan Quran.Di antara isi tausyiah yang disampaikan Ustaz Juliman SAg, Islam adalah satu-satunya agama yang diridai Allah Swt. Dunia bukan satu-satunya fase kehidupan. Kita ini menunggu antrian, misalnya bagaimana mau menyebrrang dari Tanjung Samak menuju musholla ini dan kita harus mempersiapkan segala sesuatunya, ongkosnya, menyisihkan waktu, yang lain juga harus kita persiapkan. Terkait dengan itu, kita menunggu antrian panggilan Allah SWT menuju alam kubur dan selanjutnya ke alam akhirat yang merupakan kampung kita sesungguhnya."Makanya kita harus mempersiapkan segala sesuatunya menuju kampung sesungguhnya ini. Terkadang, kita tidak ada waktu untuk akhirat, banyak mempersiapkan waktu untuk dunia yang penuh senda gurau, permainan, dan menipu. Tapi, banyak diantara kita yang tertipu oleh kehidupan dunia ini," kata Ustaz Juliman.
























