BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Kegiatan Pelepasan Siswa Siswi Kelas IX SMPN 4 Bengkalis Tahun Pelajaran 2022/2023 Bengkalis untuk memperkuat silaturahmi antara orang tua murid kelas IX dengan keluarga besar sekolah ini. Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Panitia Pelaksana, Ariyanti dalam laporannya. ”Kegiatan perpisahan ini dengan mengangkat tema ’Bergerak Bersama Menuju Masa Depan Gemilang’. Kegiatan ini dapat terlaksana berawal dari ide siswa-siswi kelas IX yang selanjutnya dimusyawarahkan pada bulan Februari 2023 di Komite Sekolah SMPN 4 Bengkalis," kata Ariyanti, Senin (29/5/2023).
”Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh panitia, acara perpisahan ini dapat dilaksanakan walaupun dengan dana yg minim. Dana sewa Gedung Cik Puan ini disumbangkan oleh Ketua Komite, Bapak Herman," bebernya seraya menyampaikan ucapan terima kasih yang disambut tepuk tangan hadirin.Ucapan terima kasih juga disampaikan Ariyanti yang merupakan Pelatih Pramuka Tingkat Nasional ini kepada seluruh anggota panitia, komite sekolah, OSIS, Sekretaris Dinas Pendidikan, terkhusus kepada orang tua murid kelas IX, dan kepada kepala sekolah yang selalu mendukung kegiatan tersebut.Aril Safaat, mewakili teman-temannya kelas IX dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas keikhlasan dan kasih sayang bapak dan ibuk guru mendidik mereka sehingga mereka dapat menimba ilmu di sekolah yang berada tepat di depan RSUD Bengkalis ini.
”Berat rasanya untuk mengatakan bagaimana beratnya meninggal sekolah ini namun suratan takdir dengan berat hati meninggalkan bapak ibuk guru dan adik-adik yang kami cintai," kata Aril Safaat seraya menyampaikan permohonan maaf atas tingkah laku mereka selama ini di sekolah dan permohonan doa restu agar mereka berhasil di kelak kemudian hari dan kepada adik-adik, Aril berpesan agar tetap semangat belajar dan berjuang untuk SMPN 4 Bengkalis sehingga makin jaya, tetap santun dan hormat kepada guru.Sementara itu, Kepala SMPN 4 Wan Yusnia Susila,SPd,MPd pula menyampaikan jumlah murid SMPN 4 tahun pelajaran 2022/2023 seramai 150 orang, kelas IX berjumlah 51 orang. SMPN 4 Bengkalis telah ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebagai Sekolah Penggerak melalui Program Sekolah Penggerak (PSP). Ketetapan ini melalui proses seleksi terhadap Kasek melalui proses seleksi.”Program ini akan dimulai pada Agustus 2023, dari itu mohon dukungan dari semua stakeholder terkait. "Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ketua Panitia dan anggota panitia pelaksana sehingga acara ini berjalan lancar dan sukses. Kepada anak-anak kami kelas IX, ibuk berperan jika nanti kalian lulus agar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," harap Wan Yusnia Susila.Dalam kesempatan itu, Wan Yusnia Susila juga menyampaikan bahwa Abdul Mukti guru sekolah ini akan bertugas sebagai Kepala SMPN 8 Bengkalis. Beberapa guru akan memasuki masa purna bakti sehingga sekolah ini akan mengalami kekurangan guru.Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Muthu Saily SIP MPA dalam sambutannya, menyampaikan bahwa SMPN 4 Bengkalis yang ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
”Untuk anak-anak kami yang baru tamat sebanyak 51 orang hari ini, kami berharap dapat melanjutkan ke jenjang SMA." harap Sekretaris Muthu Saily.”Saya merasa sangat bangga dan bersyukur atas peran serta yang telah kita lakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kita. Namun, kita semua tahu bahwa masih banyak tantangan dan pekerjaan yang harus kita lakukan untuk memajukan pendidikan di masa depan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk terus berjuang dan bekerja keras dalam memperbaiki sistem pendidikan kita," tutup Muthu Saily atas acara perpisahan sekolah yang butuh semenisasi halaman karena sering tergenang air ini.Acara yang diawali dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Alquran oleh Muhammad Nabil Nugraha juga diselingi dengan hiburan baik puisi, silat, maupun Langgam Melayu. Secara khusus, masing-masing kelas juga menampilkan berbagai macam penampilan seni budaya, lagu, tarian, Gendang, drama, dan lainnya. Suasana sedih para guru dan murid redam lewat lagu joget yang dibawakan beberapa guru.Walaupun begitu, beberapa murid masih terlihat matanya merah, ada air menetes di sudutnya. Yang jelas, mereka punya satu untuk melanjutkan pendidikan, yang mayoritas memilih ke SMKN 3 Bengkalis.***