BENGKALIS, POTRETNEWS.com — "Kasihan juga perjalanan kehidupan seorang dokter yang baik, baik orgnya, baik tuturkan dan perbuatan.. #dr_simon" sebuah pesan dari seorang yang menamakan dirinya SBM masuk ke WhatsApp Grup (WAG) BENGKALIS PROGRESIF pada Selasa (23/05/2023) pukul 15.37 WIB. Pesan ini membuat penasaran wartawan media ini sehingga kursi di salah satu kedai kopi di Kota Bengkalis hanya untuk numpang duduk sejenak lalu menuju ke rumah sang dokter yang berada di Jalan Kelapapati Tengah untuk mengetahui kepastian maksud dari pesan tadi.
Berjarak sekitar 300 meter dari rumah toko (ruko) tempat tinggal dokter tersebut telah terlihat kerumunan orang yang mengarah pandang ke ruko yang pintunya tertutup. Terlihat mobil polisi dan beberapa personilnya serta sebuah ambulance ada di antara kerumunan itu.Setelah memarkirkan sepeda motor touring tak jauh dari kerumunan, kami menghampiri titik pandang warga. Didapatlah informasi, dr Simon Pinem gantung diri dan jenazahnya masih berada di dalam ruko yang seketika terlihat Bhabinkamtibmas Aiptu Ronal Setiawan dan Brigadir Fahrul Rozi di pintu masuk ruko untuk memantau posisi ambulance yang akan membawa jenazah dilakukan visum ke RSUD Bengkalis.Didapat informasi, seorang karyawan dokter Simon memberitahukan ke tetangga akan peristiwa majikannya tergantung. Pemilik bengkel di sisi kanan ruko sang dokter yang mendapatkan informasi segera menghubungi Bhabinkamtibmas akan hal tersebut. Tak berselang lama, berita dokter Simon telah mengakhiri hidupnya menyebar di media khususnya WAG termasuk di WAG Bengkalis Progresif tadi.
”Jangan pikir uang dulu Buk! Bawa aja anaknya ke sini yang penting selamatkan anaknya dulu," ucap ibu-ibu bernama Rami warga Kelapapati Laut yang anaknya jika sakit akan berobat ke dokter Simon.Rami mengaku sangat merasa kehilangan sosok dokter Simon karena anaknya hanya serasi berobat ke sang dokter tadi. Rami juga terkenang, pernah tidak punya uang tapi almarhum dokter menyuruhnya tetap datang berobat jika tidak sembuh, Rami akan dikasi uang untuk membawa anaknya ke RS. "Sangat baik ditempatkan yang baik," ungkap Rami yang segera menyeka air matanya.Kata orang baik ini bukan saja diungkapkan Rami, masih ada warga yang bertahan di tempat kejadian perkara (TKP) meskipun ambulance telah membawa jenazah dokter yang sering memberikan permen dan selalu bergurau dengan pasien ini meluncur tepat pukul 16.10 WIB. Suara sirine menambah pilu bagi warga yang sangat memuji keramahan dan kebaikan sang dokter yang masih diungkapkan seorang kenalan pada Selasa malam tadi.***