Juara I Pawai Takbir Idul Fitri dan Festival Budaya Lampu Colok Tahun 1444 H di Bengkalis Diborong Desa Pedekik
![]() |
Miniatur Masjid Sabilillah Pedekik (atas) dan Miniatur masjid 3 dimensi pada Menara Lampu Colok Desa Pedekik (bawah). |
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Keberhasilan Desa Pedekik, Bengkalis Provinsi Riau merebut gelar Juara I untuk dua lomba, Festival Budaya Lampu Colok dan Pawai Takbir Idul Fitri Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi tak terlepas dari kerja sama masyarakatnya.
Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Desa (Kades) Pedekik Syaifullah kepada jurnalis media ini setelah hadir dalam acara Halal Bihalal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis bertempat di Lapangan Tugu pada Selasa, 2 Mei kemarin.
"Alhamdulillah, ini semua sebetulnya berkat kerja sama dari masyarakat Desa Pedekik dan juga do'anya karena keinginan kita bagaimana Pedekik terus maju ke depan dan bisa diketahui oleh masyarakat luar bahwa banyak potensi di Desa Pedekik," kata Kades Syaifullah kepada potretnewa.com, Selasa (02/05/2023). Masih kata Kades Syaifullah, "Saya bersyukur, karena pemuda Pedekik hari ini bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan momen Festival Budaya Lampu Colok, kami berusaha semaksimal mungkin dan Alhamdulillah hari ini hasilnya maksimal," ungkapnya.Menjawab pertanyaan siapa yang mendesain gambar miniatur Menara Lampu Colok, sebut Kades Syaifullah murni karya pemuda desanya. "Ini merupakan keinginan dan kemampuan dari rekan-rekan pemuda dan Alhamdulillah hari ini kita tidak pernah melibatkan pihak luar dalam mensukseskan ini, ini murni dari pemuda Desa Pedekik," katanya di akhir wawancara.Saat diceritakan akan keberhasilan Desa Pedekik dalam dua ajang lomba tadi, seorang warga Bengkalis memberikan komentar atas penampilan miniatur Masjid Sabilillah Pedekik dengan iring-iringan peserta pawai desa ini, memang patut di posisi Juara Pertama. Begitu juga tampilan ribuan Lampu Colok pada menara yang disiapkan, juga sangat molek untuk posisi teratas pada ajang adu kreativitas miniatur rumah ibadah tiga dimensi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek RI pada Oktober 2021 silam.***
























