BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Dusun Kampung Parit Desa Pangkalanbatang Barat, Bengkalis Riau menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Irmi Syakip Arsalan, Selasa (18/4/2023) malam. Bertepatan dengan malam ke-28 Ramadan Tahun 1444 Hijriah atau malam kedua penyalaan Lampu Colok Bengkalis yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada Desember 2021 silam oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Irmi Syakip Arsalan hadir memberikan apresiasi kepada kawan-kawannya para pemuda Desa Pangkalanbatang Barat.
”Kita hadir memberikan apresiasi kepada pemuda desa tepatnya di Dusun Kampungparit yang telah berkreativitas menghadirkan lampu colok yang luar biasa. Saya kira ini penting untuk kita lestarikan dan kita sangat berbangga karena pemuda desa ini dapat menampilkan karya yang cukup baik pada malam 7 Liko. Dan pada kesempatan ini di malam 28 Ramadan, kami sebagai anggota DPRD sangat memberikan apresiasi. Mudah-mudahan kreativitas semacam ini tetap bisa dijaga dan kedepan bisa ditingkatkan kembali. Ini salah satu bentuk kearifan lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Bengkalis dan kita berharap kedepan, budaya seperti ini tetap bisa terjaga sehingga kreativitas ini walaupun zaman selalu berubah dengan perkembangannya, tetapi kehadiran lampu colok ini tetap bisa dilestarikan oleh masyarakat dan khususnya bagi pemuda yang ada di Kabupaten Bengkalis," kata Irmi Syakip Arsalan kepada
potretnews.com, Selasa (18/4/2023).Saat disampaikan harapan para peserta Festival Budaya Lampu Colok yang ditaja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis agar pemerintah menambahkan uang hadiah serta piagam penghargaan, dia menjawab, pihaknya di DPRD dan pemerintah daerah akan selalu memberikan stimulus dorongan, support kepada masyarakat yang menampilkan kreativitas seperti ini.”Tentu kita melihat bagaimana posisi kemampuan keuangan daerah kita. Terkait dengan penghargaan yang bisa diberikan oleh pemerintah, saya kira nanti menjadi bahan bagi kita untuk ke depannya bagaimana agar pemerintah daerah dapat memberikan penghargaan yang lebih meningkat dari tahun ini. Dan ini menjadi pemicu semangat bagi kawan-kawan yang melakukan kreativitas ini dan ke depan kita harapkan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah menjadi penyemangat bagi kawan-kawan untuk membuat lampu colok,” katanya.
Di kesempatan terpisah, Kamarul, Ketua Menara Lampu Colok dusun di atas menyampaikan ucapan terima kasih kepada wakil rakyat yang akrab disapa Ikip maupun Sofyan yang sudah berkunjung dan peduli kepada mereka.”Mudah-mudahan kedepannya lebih memprioritaskan untuk Dusun Kampungparit, Desa Pangkalanbatang Barat," harap Kamarul yang bercita-cita melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2.Sementara itu, Wafi Wiryawan warga Desa Telukpambang Kecamatan Bantan, yang datang bersama abangnya hanya untuk melihat gemerlap lampu colok kepada jurnalis media ini mengungkapkan sangat terkesan melihat lampu colok kreativitas "budak kampung" yang ditampilkan mulai dari Desa Simpangayam, Pangkalanbatang Barat sampai Desa Pangkalanbatang, Bengkalis.”Harus bersemangat jangan sampai punah tradisi ini," harap pelajar kelas 3 SMPN 2 Bantan pemeran figuran film "Dedap Durhaka" yang saat ini masih proses penilaian dan menjadi film yang ditonton terbanyak kedua bersama 9 film lainnya di Indonesia.***