Home > Berita > Umum

Untuk Bisa Bekerja di Atas Kapal, STIP Kemenhub Taja Diklat yang Diikuti 300 Peserta di Bengkalis

Untuk Bisa Bekerja di Atas Kapal, STIP Kemenhub Taja Diklat yang Diikuti 300 Peserta di Bengkalis

Peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat yang digelar oleh P3M STIP Jakarta. (F-IST)

Kamis, 13 April 2023 01:23 WIB
Junaidi Usman

BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Sebanyak 300 orang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemberdayaan Masyarakat yang digelar oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta.

Program Presiden RI Joko Widodo di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini digelar selama 2 pekan sejak 3 April lalu dan akan berakhir pada 16 April mendatang.

Kepala Pusat (Kapus) Diklat P3M STIP Jakarta Sugito SSos MSi menjelaskan, bahwa Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang diadakan STIP Jakarta bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bengkalis.

”Dalam diklat ini ada tiga sertifikat yang dilaksanakan, pertama BST (Basic Security Training), kedua SAT (Security Awarness Training), dan yang ketiga AFF (Advanced Fire Fighting) tingkat kelanjutannya," kata Sugito kepada potretnewa.com, Rabu (12/4/2023).

Ditemui di salah satu kolam renang di Kota Bengkalis, Sugito menuturkan, dengan tiga sertifikat ini pihaknya berharap anak-anak didiknya nanti bisa mencari pekerjaan ditambah dengan buku pelaut dan sertifikat tambahan. Dia menyebut, ratusan peserta tadi berasal dari Dumai, SMK Pelayaran Pakning dan dari Bengkalis.

”Praktiknya tadi pagi pemadam kebakaran bertempat di UPT Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kelapapati Darat. Kemudian jam dua kita meluncur ke kolam renang ini praktek survival, cara penyelematan diri di laut," tuturnya.

Ada dua tipe dalam diklat yang digelar STIP Jakarta. Pertama, yang di Bengkalis namanya BST Niaga yang lamanya waktu Diklat sekitar dua pekan, dan satu lagi namanya BST KLM selama sepekan.

”Masukan dari peserta sangat baik, sangat antusias. Dengan mengikuti Diklat seperti ini, karena diselenggarakan secara gratis bahkan peserta akan mendapatkan uang saku. Endingnya, para peserta ini dari sekian banyak (peserta Diklat yang telah dilakukan), sudah banyak yang mendapatkan pekerjaan karena sertifikat yang didapat dari STIP Jakarta," beber Sugito.

”Jika sudah mendapatkan sertifikat tersebut, dengan segera bisa dipergunakan sehingga akan mengurangi kesenjangan sosial atau pengangguran yang ada di Riau. Diklat ini merupakan pemberian dari Kementerian Perhubungan yang pelaksanaannya oleh STIP Jakarta," katanya yang tak berselang lama setelah selesainya wawancara, datang seorang peserta menghampiri Sugito melaporkan kehilangan topi dengan nada penuh akrab bagai anak dengan bapak.

Sementara itu, Capt Indra M Panggabean, Dosen Nautika STIP Jakarta yang menjadi instruktur Diklat di atas menyebutkan STIP Jakarta menurunkan 10 orang instruktur dalam Diklat gelombang kedua ini. "Kami dalam pelaksanaan penutupan ada praktek serta ada Diklatnya juga," terangnya.

"Semoga ke depannya bukan hanya dari Bengkalis saja, dari pelosok-pelosok negeri mana saja yang membutuhkan (pelaksanaan diklat), silakan langsung bersurat ke Kementerian Perhubungan atau STIP Jakarta, nanti akan diprogres kegunaannya mendapatkan sertifikat untuk bekal bekerja di atas kapal," harap Capt Indra.

Romadhan Putra seorang peserta Diklat kepada media ini mengaku dari seluruh materi yang diikutinya selama berapa hari ini menjadi motivasi baginya. ”Pelajarannya sangat dapat, bisa dipelajari. Insya Allah, kedepannya akan melamar pekerjaan di kapal setelah mendapatkan tiga sertifikat mengikuti Diklat ini," ungkap Romadhan Putra.

Dia mengungkapkan pula, dirinya ada mengajak seorang temannya untuk mengikuti diklat tadi tapi tidak mau. "Tapi setelah beberapa hari saya masuk, dia tahu kami dapat tiga sertifikat dan dia bilang menyesal tidak ikut. Kalau bisa, (diklat ini) dibuat setahun sekali supaya masyarakat di Bengkalis bisa terbantu," harap Romadhan Putra, siswa SMKN 3 Bengkalis ini.

Muhammad Azizi yang sama dengan Romadhan Putra merupakan warga Desa Prapat Tunggal pula bersyukur karena mendapatkan pengalaman baru mengikuti diklat tadi.

”Seluruh instruktur asik, materi yang diajarkan di kelas terasa enak terus (tidak bosan). Walaupun berpuasa, pendapat kami malah kami begitu senang, bahagia. Jumpa kawan-kawan baru, yang tak kenal jadi kenal, yang dah kenal tambah akrab lagi. Kami berdua dan mewakili peserta Diklat mengucapkan terima kasih kepada Kepala STIP Jakarta yang telah mengadakan pelatihan di Kabupaten Bengkalis. Semoga semua masyarakat di sini mendapat hikmahnya," kata Muhammad Azizi dengan nada doa.***

Kategori : Umum, Bengkalis
wwwwww
www.amsi.or.id