Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan, Pemkab Bengkalis Gelar Gerakan Pangan Murah
![]() |
Kamis, 13 April 2023 21:25 WIB
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bengkalis menggelar Gerakan Pangan Murah, bertempat di halaman Kantor DKP, Kamis (13/4/2023). Kegiatan Gerakan Pangan Murah yang menjual beraneka jenis bahan pangan meliputi beras, minyak goreng, daging, telur, sayur-sayuran dan bahan pangan lainnya tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andris Wasono.Gerakan Pangan Murah ini wujud sinergitas Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis bersama Bank Indonesia, Bulog Bengkalis dan Raja Sayur serta distributor pangan lainnya. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Gerakan Pangan Murah tersebut disambut antusias oleh masyarakat, dikarenakan menyediakan stok pangan murah, dan berkualitas.Murahnya harga pangan meliputi; cabe rawit dengan harga Rp28.000/kg, beras Rp48.000/5 kg, cabe merah Rp28.000/kg, pare Rp12.000/kg, bawang putih Rp26.000/kg, bawang merah Rp26.000/kg, gambas Rp10.000/kg, timun Rp7.000/kg, telur Rp46.000/papan, daging Rp95.000/kg, ayam Rp20.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, tepung terigu Rp13.500/kg, minyak goreng Rp14.000/liter.
Dalam arahannya, Andris mengatakan bahwa saat ini kondisi perekonomian kita sedang mengalami pukulan berat, dampak dari inflasi, sehingga sangat berpengaruh pada tingginya harga bahan pangan pokok di tengah-tengah masyarakat.Dan dampak dari inflasi tersebut lanjut Andris, tentunya sangat membebani kemampuan keuangan rumah tangga, sehingga menyebabkan berkurangnya daya beli masyarakat terutama dari kalangan keluarga kurang mampu atau rumah tangga miskin. ”Makanya, guna menyikapi fenomena tersebut, selaku Pemerintah Daerah, tentunya kami harus bertindak dan bergerak cepat untuk meringankan beban masyarakat, salah satunya melalui pelaksanaan GPM ini, agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dari harga pasar namun berkualitas,” tutur Andris.Untuk itu kami ingatkan, lanjut Andris berbelanjalah sesuai kebutuhan dan jangan berbelanja berdasarkan keinginan, karena krisis inflasi yang terjadi saat ini juga membutuhkan peran aktif masyarakat.Karena ketika masyarakat berbelanja sesuai keinginan, maka akan menyebabkan kebutuhan pangan akan meningkat, dan ketika kebutuhan meningkat, maka akan berpengaruh pada kenaikan harga, yang justru akan berdampak kepada masyarakat itu sendiri sebagai konsumen pangan.”Ini merupakan salah satu usaha kita, usaha kita bersama dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis sendiri bersama beberapa suplai beras, atau suplai bahan pangan, dari Bulog, agen dan distributor, dan juga dari Gapoktan juga kita libatkan di sini supaya ada usaha kita untuk menangani harga pangan yang lumayan tinggi. Jadi kita berusaha untuk mendatangkan pangan-pangan itu dengan metode distribusi sehingga barang itu ada di sini dengan harga yang relatif lebih murah," kata Plt Kepala DKP Susi Hartati.”Kita berharap dengan adanya kondisi saat ini masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan itu dengan gampang dan berkualitas, walaupun murah namun berkualitas. Untuk itu, mari kita bersama-sama menjaga situasi pangan kita dengan bijak berbelanja sehingga belanja itu sesuai dengan kebutuhan bukan sesuai dengan keinginan," ajak Kadis Susi Hartati.Turut hadir dalam GPM ini Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Yana Susilayeni, Kabag Ekonomi Setda yang diwakili Samsir beserta para pembeli/masyarakat Gerakan Pasar Murah.***(INF)
Dalam arahannya, Andris mengatakan bahwa saat ini kondisi perekonomian kita sedang mengalami pukulan berat, dampak dari inflasi, sehingga sangat berpengaruh pada tingginya harga bahan pangan pokok di tengah-tengah masyarakat.Dan dampak dari inflasi tersebut lanjut Andris, tentunya sangat membebani kemampuan keuangan rumah tangga, sehingga menyebabkan berkurangnya daya beli masyarakat terutama dari kalangan keluarga kurang mampu atau rumah tangga miskin.






















