BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Pangkalanbatang Barat, Bengkalis Riau memberikan dukungan dan apresiasi melalui kolaborasi atas sebuah event budaya, Festival Lampu Colok Tahun 1444 Hijriah yang ditaja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis dilakukan dalam bentuk Buka Puasa Bersama, Jumat 9 Ramadhan 1444 H bersamaan 31 Maret 2023. Kegiatan diawali dengan mendengarkan tausyiah yang disampaikan Ustaz Harmaini, ustaz Program Pemkab Bengkalis, Satu Desa Satu Da'i. Dalam tausiahnya, Harmaini juga menyampaikan pandangan Islam atas kegiatan membuat alat penerangan jalan dan sekitar rumah yang lebih dikenal menyalakan colok pada malam 27 Ramadhan atau malam 7 Likur hingga malam Idul Fitri.
Setelah selesainya berbuka puasa dengan menyantap takjil yang disiapkan LPM, Majelis Taklim Al-Amin dan lainnya, Imam Karmizal pun dipersilakan mengimami Salat Magrib kala itu. Suasana hati terasa sejuk begitu mendengarkan bacaan Al- Fatihah oleh imam Karmizal menggema di ruang ruko miliknya yang dijadikan tempat acara Berbuka Bersama tersebut.Kepada media ini, Ketua LPM Jasnarudin menyampaikan bahwa sesuai dengan janjinya, selaras dengan visi misi dan tekadnya, bahwasanya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, pemberdayaan artinya bagaimana menggerakkan seluruh lembaga-lembaga yang ada di desanya, LAMR Desa, Karang Taruna, LPTQ Desa, PKK, RT dan RW adalah suatu lembaga yang ada di desa untuk membangun desanya.”Bagaimana lembaga ini hadir bersama-sama dan berkolaborasi untuk mewujudkan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Berdasarkan visi misi, berdasarkan tugas dan fungsi kepala masyarakat, kita coba kembangkan. Tapi kami melihat, lembaga-lembaga yang ada belum maksimal melaksanakan kegiatan-kegiatannya, belum nampak jati dirinya bagaimana untuk mewujudkan suatu kegiatan secara bersama-sama saling bahu-membahu untuk suksesnya suatu kegiatan,” paparnya. Diungkapkan juga Jasnarudin, pelaksanaan STQ tahun 2022 dan Peringatan Isra Mikraj tahun 2023, sukses dengan melibatkan RT, RW dan lembaga-lembaga yang ada di desa ini.
Dia menyebut, malam 27 Ramadan ada momen (Festival Budaya Lampu Colok, red) yang akan dilaksanakan oleh pemuda. Dia berpandangan para pemuda ini perlu bimbingan, perlu pengarahan, motivasi supaya lebih kreatif karena mereka adalah pemuda yang tangguh harus dipimpin oleh pemimpin yang tangguh juga.”Kami (LPM) mengambil sikap dalam bulan Ramadan, ini sambil kita bersedekah, mendengarkan tausiyah memberikan semangat kepada para pemuda tadi membangun desanya dengan mengangkat seni budayanya, bergandengan tangan bahu membahu," ucapnya lagi.Ada asumsi, kata Jasnarudin bahwa pemuda sibuk dengan smartphonenya ternyata tidak jika diberikan tanggung jawab, para pemuda tadi akan bertanggung jawab untuk melaksanakan suatu kegiatan yang dipercayakan. Menyongsong pelaksanaan Festival Budaya Lampu Colok tahun ini, LPM Desa Pangkalan Batang kata Jasnarudin melakukan ”Gerakan Sepuluh Ribu Colok” yaitu gerakan memberikan sumbangan sebesar Rp10.000 pe KK (Kepala Keluarga). Jika saja 1 RT ada 40 KK, lalu dikalikan 15 RT 3 Dusun di desa ini bisa menyumbangkan Rp6 juta bagi pemuda Desa Pangkalanbatang yang tengah menyiapkan 2 menara colok dengan jumlah colok direncanakan 10.000 colok atas 2 menara tadi yang telah terbantu untuk membeli beberapa drum minyak.”Dengan begitu masyarakat itu akan merasa bahwa kegiatan (menyiapkan menara lampu colok) ini adalah kegiatan masyarakat, bukan semata-mata didanai dana desa maupun proposal ke donatur yang dituju. Melalui RT, RW-lah diharapkan Jasnarudin sebagai ujung tombak gerakan tadi. Jangan dulu berasumsi juara, kita berupaya bagaimana seni budaya kearifan lokal ini bisa bertahan dan turun-temurun yang akan kita wariskan kepada generasi kita yang ada di Kabupaten Bengkalis ini," pungkasnya serasa menambahkan sesuai pengalamannya selama ini, para pemuda di desanya butuh bimbingan.Sehingga insya Allah, imbuh dia, misi visi program Bermasa, Bermarwah, Maju dan Sejahtera akan bisa terwujud. Bisa dikatakan tanpa alasan, pemkab memberikan dana 1 miliar satu desa, dana dari pusat, Dana Bagi Hasil (DBH) yang diperkirakan Jasnarudin mencapai Rp4 miliar per desa per tahun dana masuk ke desanya, supaya tidak terjadi urbanisasi besar-besaran ke kota. Ke depannya, bisa saja Desa Pangkalanbatang akan membuat Festival Kompang, Lomba Berbalas Pantun, Silat untuk menampakkan wajah Melayu itu sendiri.
”Mudah-mudahan dengan keberadaan LPM Desa Pangkalanbatang, kegiatan yang ada, semua lembaga yang ada akan berdaya guna, berdaya hasil, ini yang diharapkan bupati kita ke depannya, termasuk harapan gubernur kita,” bebernya. Andai, kegiatan Festival Lampu Colok disandingkan dengan UMKM tutur Jasnarudin alangkah bagusnya.”Orang yang berkunjung ke menara lampu colok bukan saja bisa menikmati seni budayanya tetapi juga bisa menikmati kuliner tempatannya. Mungkin ade SempolEt, AEi Luwe, mungkin ade LEmpEng Sagu. Ini yang akan kite kemas tapi pade intinye harus bersama-sama. Ini harapan kami dari LPM Desa Pangkalan Batang," kata Jasnarudin di akhir wawancara.Sementara itu, Ketua Colok Dusun Pahlawan, Desa Pangkalanbatang, Bengkalis Johan melalui media online menyampaikan ucapan terima kasih terutama kepada Kades Faisal, LPM, BPD, Ketua RT/RW, kadus yang telah mensupport kegiatan ikut Festival Budaya Lampu Colok tahun 2023.”Dan terima kasih juge untuk Pak Karmizal yang telah memberikan izin membangun Menara Colok dan tempat berbuka puasa ini," kata Johan didampingi beberapa panitia seraya menyampaikan mereka tidak punya target menang namun diusahakan semaksimal mungkin. ***