Siapkan Hadiah Rp63 Juta, Tahun Ini Pemkab Bengkalis Kembali Gelar Festival Lampu Colok

Siapkan Hadiah Rp63 Juta, Tahun Ini Pemkab Bengkalis Kembali Gelar Festival Lampu Colok

Menara Lampu Colok Dusun Karya Bakti/Kematang Desa Pangkalanbatang Barat, Bengkalis Riau yang meraih Juara I Festival Lampu Colok Tahun 2022.

Selasa, 28 Maret 2023 09:07 WIB
Junaidi Usman
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Lampu Colok Bengkalis yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemen Dikbud Ristek) RI pada Desember 2021 silam, tahun 2023 Masehi/1444 Hijriah kembali dilombakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis. Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Parbudpora Edi Sakura kepada sejumlah awak media di ruang rapat kantornya yang mengatakan Festival Lampu Colok merupakan upaya melestarikan budaya yang sudah dilakukan masyarakat Bengkalis berpuluh-puluh tahun yang lalu.

”Untuk titik peresmian pembukaan Festival Lampu Colok tahun ini akan dilakukan oleh Bupati Bengkalis bertempat di Desa Pangkalanjambi karena menara mereka tahun 2022 kemarin Menara Lampu Colok mereka meraih juara III. Kita mengarah ke sana aja dulu, dan Ibuk Bupati Bengkalis minta di sana (Pangkalanjambi)," kata Kadis Parbudpora Edi Sakura, Senin (27/03)2023) petang.

Menariknya, Festival Lampu Colok Bengkalis yang akan bermula pada malam ke-27 Ramadhan atau malam 7 Likur yang jatuh pada hari Senin, 17 April 2023 terang Edi Sakura, siapa saja bisa ikut. Adapun tahun ini yang menjadi titik kumpul dalam peresmian pembukaan nanti adalah di Desa Pangkalanjambi Kecamatan Bukitbatu.

Ditambahkan Kadis Parbudpora Edi Sakura bahwa siapapun yang ingin mengikuti Festival Lampu Colok yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ini siapa saja boleh.

”Seluruh masyarakat, organisasi atau pun instansi, dinas juga boleh, siapa pun bisa, kelurahan, desa, kecamatan, kalau memang ada instansi terkait dinas-dinas juga boleh melakukan itu. Kalau memang mereka mau kita nilai, ya maka kita nilai yang penilaiannya dilakukan oleh tiga orang pakar yang mengerti sejarah Lampu Colok ini, ada dari kepolisian, budayawan. Untuk kriteria penilaian masih mengacu pada tahun kemarin, berapa meter jarak dari jalan, itu kategori penilaian termasuk jumlah colok yang disediakan," terang Kadis Parbudpora Edi Sakura.

Dalam festival ini, panitia telah menyiapkan hadiah dengan total Rp63 juta. Juara I akan mendapatkan hadiah Rp15 juta, juara II Rp13 juta, juara III Rp11 juta. Kemudian juara harapan I sebesar Rp9 juta, harapan II Rp8 juta dan juara harapan III akan mendapatkan hadiah sebesar Rp7 juta. Saat ditanyakan bantuan dari Pemkab Bengkalis untuk uang pembelian minyak peserta Festival Lampu Colok, Kadis Parbudpora Edi Sakura menegaskan tidak ada disiapkan.

”Peresmian pembukaan, kita biasanya menyiapkan tenda, kemudian konsumsi termasuk untuk masyarakat, untuk VVIP rombongan undangan Bupati termasuk kepala dinas, tokoh masyarakat. Biasanya uang konsumsi yang ada pada kita ini, kita serahkan kepada mereka yang mengelola yaitu tempat peresmian pembukaan tadi," pungkasnya. Diakui Kadis Edi Sakura, jika dianggarkan untuk pembelian minyak dan lainnya maka bisa menghabiskan miliaran rupiah juga.

"Sementara pagu anggaran kita terbatas. Karena ini tradisi, kita pun berharap kepada masyarakat agar jangan terlalu jor-joran kali lah karena (Lampu Colok yang dinyalakan) hanya dipakai beberapa hari saja tetapi tradisi ini jangan dihilangkan. Jika masih kuat gotong royong di desa yang membuat Menara Lampu Colok itu, misalnya mereka ingin mendapatkan juara satu, kita support," ucap Edi Sakura.

Masih kata Kadis Edi Sakura, untuk acara peresmian pembukaan Festival Lampu Colok tahun ini diusulkan Kadis Edi Sakura, di Lapangan Tugu saja dengan tujuan agar Bupati Bengkalis Kasmarni tidak repot.

Menaranya dibuat sederhana, dikerjakan oleh pemuda Desa Pangkalan Batang Barat yang tahun kemarin berhasil meraih juara I. Mengenai pendaftaran pula, para peserta bisa langsung datang ke Dinas Parbudpora atau melalui website Disparbupora Bengkalis supaya tim penilai tahu posisi Menara Lampu Colok yang akan dinilai. "Besok tim kita turun ke Desa Pangkalanjambi," jelasnya seraya berharap agar masyarakat yang menikmati indahnya desain Menara Lampu Colok Bengkalis dalam 3 dimensi tetap mendirikan Salat Isya, Tarawih dan Witir. ***

wwwwww
www.amsi.or.id