Bos Pabrik Sawit di Riau Jadi Tersangka karena Diduga Halang-halangi Petugas Penyidik
![]() |
JAKARTA, POTRETNEWS.com — Direktur Utama pabrik sawit PT Nikmat Halona Reksa (NHR) inisial JK ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik PPNS Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau.
JK dijadikan tersangka karena diduga menghalangi petugas saat melakukan proses penyidikan kasus, yang dilaporkan oleh mantan Direktur PT NHR Irianto Wijaya terkait persoalan gaji."Iya benar. Dirut PT NHR inisial JK dijerat Pasal 6 ayat (4) UU Pengawasan Perburuhan nomor 3 tahun 1951 oleh penyidik PPNS Disnakertrans Riau. Istilahnya seperti Obstruction of Justice atau menghalang-halangi proses penyidikan atau proses pengawasan," ujar Kepala Disnakertrans Riau, Imron Rosyadi, Sabtu (18/2/2023).Menurut Imron, penetapan JK sebagai tersangka berawal dari Disnakertrans Riau menerima pengaduan dari mantan Dirut PT NHR, Hendry Wijaya dan Direktur PT NHR, Irianto Wijaya."Ketika pengaduan itu kita proses, Direktur Utama PT NHR inisial JK tidak datang. Jadi ketika dipanggil pengawas tidak datang dua kali, maka kita sulit untuk menyelesaikan kasus. JK dianggap menghalang-halangi proses tugasnya pengawas. Jadi ini yang kita pidanakan, tapi tindak pidana ringan," terangnya, dilansir gonews.com yang mengutip merdeka.com.Muhammad Amin Nasution

























