Home > Berita > Umum

Sembilan Santri HQC Meskom Dikirim Belajar ke Mesir, Berasal dari Keluarga Kurang Mampu

Sembilan Santri HQC Meskom Dikirim Belajar ke Mesir, Berasal dari Keluarga Kurang Mampu

M Ali dan istrinya Marlindawili, warga Desa Meskom yang merupakan orang tua salah seorang santri yang belajar di Mesir. (F-POTRETNEWS.com/JUNAIDI USMAN)

Senin, 16 Januari 2023 22:19 WIB
JUNAIDI USMAN
BENGKALIS, POTRETNEWS.com – Sebanyak 9 orang santri dari Humaira Quran Center (HQC) Desa Meskom, Bengkalis, saat ini tengah dikirim belajar ke Mesir. Mereka telah satu tahun berada di Kairo, Mesir, untuk menuntut ilmu agama di Ma’had Al Azhar. Para santri itu berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang mampu.
Adapun kesembilan orang santri yang dimaksud adalah Indah Zahara, Marliawati, Almira Rahma Fitri, Suci Rahmadhani, Indita Satrio Aji, Reigy Dwika Apriliandy, M Firmansyah, M Firdaus dan Muhammad Ajmain.

“Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah SWT, barangkali dengan ada asbab ini, Ustaz Eka (Mudir HQC Ustaz Eka Surya Putra, red), anak-anak kita khususnya di Desa Meskom, umumnya di Kabupaten Bengkalis, bisa belajar ke Mesir. Semoga kedepannya lebih ditingkatkan prestasinya, Insya Allah,” kata H Usman, tokoh masyarakat Bengkalis kepada potretnews.com, Ahad (15/01/2023) setelah selesainya acara Tasyakuran yang dilaksanakan di halaman Pondok Tahfiz Gratis Shohibul Quran, Meskom.

Tasyakuran ini dilakukan atas keberhasilan rombongan santri pertama HQC dikirim ke Mesir dan juga atas nikmat beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis kepada mereka sebesar Rp4 juta per bulan.

Bagi Ustaz Eka sendiri, keberhasilan para santri tersebut dapat dikirim di Mesir, selain karena dirinya sendiri, juga karena kegigihan orang tuanya masing-masing. Oleh karena itulah, Ustaz Eka mengapresiasi usaha dari para orang tua santri yang rata-rata hanya berprofesi nelayan, buruh lepas ataupun hanya berjualan lontong di sekitar rumah.

Menurutnya, kegigihan kedua orang tua dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya membuat orang tua lain mungkin tak habis pikir. “Sebenarnya yang berbuat itu adalah para orang tua santri ini, saya hanya menyambung lidah. Jadi yang berjasa besar ialah orang tuanya yang punya iktikad yang besar, punya kemauan yang besar, dan diikuti oleh anak-anaknya. Semoga menjadi seorang ulama yang bisa membimbing kita ke jalan Alquran,” ungkap Ustaz Eka Surya Putra.

Dikatakannya, beasiswa diterima oleh 9 santri ini merupakan program khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, dan kabarnya akan terus berlanjut di tahun depan. Ustaz Eka menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. Karena ini tentunya sangat meringankan beban orang tua santri, karena kebanyakan orang tua anak-anak yang di Mesir tersebut bekerja sebagai nelayan dan buruh harian.

"Jazakumullah khoir Ibu Bupati Bengkalis, Bapak Wakil Bupati, Sekda, para Asisten dan jajarannya yang telah menganugerahkan beasiswa kepada sembilan santri kami. Kami berharap Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati senantiasa dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, M Ali dan Marlindawili yang merupakan orang tua dari salah seorang santri yang belajar Mesir atas nama Suci Rahmadani, kepada potretnews.com menceritakan secara singkat bagaimana kerja keras mereka agar sang putri kesayangan dapat belajar di Mesir. “Kami bersepakat untuk menjual tanah berukuran 17X17 meter untuk keberangkatan anak pertama kami ke Mesir. Ini karena keinginan anak kami yang kuat,” ungkap Marlindawili seraya mengungkapkan siap menjual sepeda motor demi pendidikan Suci yang bercita-cita menjadi ustazah.

Untuk diketahui, tasyakuran yang digelar adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas penganugerahan Sanad bacaan Alquran Riwayat Hafsh An Ashim Thariq Asy-Syatibiyyah, generasi ke-30 dari Rasulullah SAW kepada 9 santri tadi. Selain itu, Mudir Ustaz Eka Surya Putra memberikan penganugerahan Sanad kepada 23 orang, terdiri dari 17 orang menerima Sanad Bacaan Alquran Surah Al-Baqarah, dan 6 orang menerima Sanad Surah Al Fatihah.

Adapun syarat-syarat pengambilan Sanad di HQC yakni hafalan mutqin (kuat) disetor tanpa melihat Mushaf (bill goib), serta memiliki bacaan Alquran yang benar sesuai kaidah tajwid. Sebelum dinyatakan lulus, calon penerima Sanad harus terlebih dahulu memperdengarkan bacaan hafalannya dengan sekali duduk secara terbuka di hadapan para Asatiz dan Asatidazah serta para santri.***

Kategori : Umum, Bengkalis
wwwwww