Gubernur Riau Ungkap Potensi Strategis Dumai, DMDI Menyambut Baik

Gubernur Riau Ungkap Potensi Strategis Dumai, DMDI Menyambut Baik

Gubri Syamsuar dan Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Tun Seri Setia Mohammad Ali bin Mohammad Rustam.(F-IST)

Minggu, 13 November 2022 19:25 WIB
Junaidi Usman
DUMAI, POTRETNEWS.com – Momen pelantikan pengurus Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Dumai menjadi kesempatan baik untuk meletakkan pondasi pembangunan bagi Kota Dumai di masa yang akan datang. Sejumlah rencana dirancang untuk menjadikan Dumai sebagai kota perantara dalam menjalin hubungan baik dengan negara tetangga, sehingga nantinya bisa maju dalam berbagai bidang.
Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus DMDI Sekretariat Kota Dumai masa khidmat 2022-2027, Kamis (10/11/2022) lalu mengungkapkan bahwa semenanjung Melayu tak bisa dipisahkan dengan Malaysia. Karena itu apa yang dirancang oleh Presiden Joko Widodo, Datuk Mahathir dan Perdana Menteri Thailand lewat konferensi terbatas pada tahun 2019 lalu sudah merancang bagaimana hubungan antara Thailand, Malaysia dan Indonesia bisa melalui Dumai.

“Ini seperti masa Gubernur Rusli Zainal dulu merancang pembangunan jembatan Melaka ke Dumai. Gubernur Rusli Zainal juga menanggapi untuk pembangunan Ro-Ro Dumai ke Melaka baru pembangunan jembatan,” ungkap Syamsuar yang turut menjadi bagian delegasi Indonesia pada konferensi tiga negara tersebut.

Menurut Gubernur Syamsuar, jika hal ini terwujud, sebuah kemajuan tersendiri bagi Kota Dumai. Karena di kota ini pula sudah mempersiapkan ringroad. Apalagi Dumai dan semua daerah yang ada di Riau ini sekarang menjadi tujuan investor.

“Investor yang ada di Indonesia, selain di Jawa, Riau adalah paling banyak. Mulai tahun 2019 waktu itu kita rangking 6 setelah Pulau Jawa tahun 2020 kita rangking 6 daerah tujuan investasi setelah Pulau Jawa. Malah tahun kemaren ini kita sudah masuk ranking ke-5 se-Indonesia setelah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Banten,” katanya.

Diungkapkan Gubri Syamsuar bahwa sagu Riau menjadi potensi terbesar, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Meranti. Wilayah tersebut merupakan wilayah perkebunan sagu terluas di Indonesia. Begitu juga perkebunan sawit, dimana Riau memiliki perkebunan terluas ketiga di Indonesia.

Potensi inilah yang menurut Syamsuar harus dapat dimanfaatkan dan dikembangkan terus di masa yang akan datang. Mantan Bupati Siak dua periode ini yakin, Dumai dengan segala potensinya dapat membangun dan maju di masa depan, lewat kerja sama yang baik antar stakeholder.

Hal ini diamini oleh Presiden DMDI Pusat Melaka, Tun Seri Setia Dr H Mohd Ali bin Mohd Rustam. Menurutnya, dalam tujuan pendiriannya pada 21 Oktober 2000 lalu, organisasi Dunia Melayu Dunia Islam memang dimaksudkan sebagai bagi wadah persatuan umat Melayu Islam, di samping menggalakkan kerja sama dalam segale aspek pembangunan antara umat Melayu Islam dengan bangsa-bangsa yang lain di dunia.

Dengan kata lain, DMDI khususnya di Provinsi Riau, tidak hanya menjalankan misi kebajikan sosial namun juga berperan menyatukan masyarakat Melayu Islam Riau. “Bagaimana DMDI bisa memberi ruang kepada pemimpin-pemimpin untuk membincangkan kepentingan bersama mengenai semua bidang kehidupan, pendidikan, kebudayaan, ekonomi, sosial serta sains, sehingga kemajuan yang pesat bisa terjadi di kemudian hari dan dapat menjadi contoh masyarakat Islam seluruhnya,” kata Tun Seri Setia Dr H Mohd Ali bin Mohd Rustam dalam dialek Melayu Malaysianya.

Oleh karena itu ia berharap dengan dilantiknya DMDI Dumai ini dapat merekatkan hubungan antar negara, seperti Indonesia dan Malaysia, Indonesia dengan Singapura, atau pun Indonesia dengan negara-negara lainnya.

Tun Seri Setia Dr H Mohd Ali bin Mohd Rustam juga mengungkapkan rencana DMDI Pusat yang akan membangun 1 komplek untuk saudara baru para mualaf, dan 1 bangunan perkantoran di Dumai. Dirinya mengaku sudah berbincang dengan satu orang Melaka yang berinvestasi di Dumai, yang berminat menanam serai dengan memberikan modal RM40 ribu.

“Datuk Joyah import pati minyak serai di Australia, tahun-tahun berikutnya saya harap dari Dumai atau Bengkalis. Ini yang telah saya bincangkan tadi,” harapnya.

Tun Seri Setia Dr H Mohd Ali bin Mohd Rustam menyambut baik jika nantinya kapal Ro-Ro Melaka-Dumai bisa beroperasi. Karena dengan demikian, jalinan kerja sama antara kedua daerah tentunya akan terbuka lebar.

“Jika ini terjadi, siang bisa tidur di Melaka, malam tidur di Dumai. Satu (istri) ada di Melaka satu ada di Dumai,” celetuknya dengan bercanda yang disambut tawa hadirin.

Menanggapi arahan Gubernur Riau dan pernyataan Presiden DMDI Pusat Melaka, Walikota Dumai, H Paisal SKM MARS bin HM Tahir mengaku siap untuk membangun Dumai. Walikota Dumai tersebut optimis, kota dengan tagline Dumai Kota Beriman ini akan menjadi seperti Dubai di masa yang akan datang.

“Karena melihat Dumai hari ini, luar biasa. Saya yakin kalau kita bersatu, Dumai Insya Allah akan dapat terbit dengan baik,” ucap kata Walikota Muhammad Paisal. ***

Kategori : Pemerintahan, Umum, Dumai
wwwwww