Oknum KPLP Kelas IIA Pematangsiantar Diduga ”Pelihara” Sindikat Napi Kasus Sabu
![]() |
PEMATANGSIANTAR, POTRETNEWS.com — Dugaan maraknya peredaran sabu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pematangsiantar, Sumatra Utara (Sumut) disebabkan napi kasus narkoba tak mendapat pembinaan agar kembali ke jalan yang benar.
Bagaimana tidak, sebelum tertangkap dan dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Negeri, si napi sudah lama berkecimpung di bisnis narkoba. Begitu masuk lapas, mereka (napi) seakan mendapat kebebasan melakukan perdagangan jual beli sabu sesama napi, asalkan tahu apa maunya oknum-oknum di lapas ini.”Ya jelasnya bila digambarkan, kami napi di Lapas Siantar bagai ’dipelihara’ oknum Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Cs (dan kawan-kawan),” ungkap sebuah sumber kepada potretnews.com, belum lama ini.Mantan napi yang kini sudah menjalani hidup normal (bertobat) kepada potretnews mengaku, saat masih menjalani hukuman di Lapas Siantar bersama teman sesama napi, dirinya pernah masuk grup pengedar sabu-sabu. ”Saat itu yang punya ”bendera” (baca: bos yang mengendalikan bisnis narkoba, red) Naldo Sih, napi yang masih menjalani hukuman di Tanjunggusta Medan Sumatera Utara. Sedangkan di Lapas Siantar dikendalikan ”UH” pada saat itu,” tuturnya.Tatkala ditanya mengapa bisa berjalan mulus, sumber membeberkan, peredaran penjualan narkoba Jenis sabu-sabu, termasuk ekstasi, ganja dan lain sebagainya, karena setiap minggunya ada setoran kepada oknum KPLP, humas dan petinggi di Lapas Pematangsiantar berkisar puluhan juta rupiah.
























