Home > Berita > Umum

Cuaca Ekstrem dan Hujan Es Diprediksi Masih Berpotensi Terjadi di Riau

Cuaca Ekstrem dan Hujan Es Diprediksi Masih Berpotensi Terjadi di Riau

Ilustrasi

Rabu, 23 Maret 2022 13:03 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Fenomena cuaca ekstrem dan hujan es diprediksi masih akan terjadi di wilayah Provinsi Riau beberapa hari ke depan. Keterangan ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, pasca cuaca ekstrem dan hujan es terjadi di daerah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Selasa (22/3/2022) sore kemarin.
Prakirawan Cuaca BMKG Pekanbaru, Fitri Nur Astuti, mengatakan hujan es khusus di Kuansing berasal dari adanya awan kumulonimbus. Cuaca ekstrem itu terjadi pada pukul 16.30-17.17 WIB.

"Pada dasarnya penyebab adanya hujan es berasal dari awan kumulonimbus. Hasil analisis, pantauan citra radar dan satelit di wilayah Kuantan Tengah pada pukul 16.30 WIB mulai terdeteksi awan kumulonimbus memasuki wilayah tersebut," kata Fitri saat dimintai konfirmasi, Rabu (23/3/2022), seperti dilansir dari laman Detik.com.

Selanjutnya, sekitar pukul 16.59-17.17 WIB, di wilayah Kuantan Tengah, terpantau awan kumulonimbus yang cukup tinggi. Bahkan mencapai sekitar 10 km.

"Suhu puncak awannya mencapai -80°C. Untuk nilai reflektivitas awan pada citra radar juga relatif tinggi sekitar 50-60 dbZ (hujan lebat dan angin kencang)," imbuh Fitri.

Namun downdraft (aliran udara ke bawah) yang keluar dari awan kumulonimbus kuat
dan didukung dengan kelembapan udara di lingkungan tersebut cukup tinggi. Hal ini mengakibatkan es turun.

"Ini mengakibatkan es yang seharusnya mencair menjadi air hujan tetap menjadi butiran es ketika turun ke permukaan tanah," katanya.

Pada Maret ini, masa transisi bahkan telah memasuki wilayah Provinsi Riau, sehingga potensi terjadi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan hujan es sangat meningkat.

"Pertumbuhan awan kumulonimbus dengan tinggi awan yang cukup tinggi yang dapat
menyebabkan terjadinya hujan es dan cuaca buruk lainnya. Seperti hujan lebat
dan angin kencang masih berpotensi terbentuk," katanya.***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum, Riau
wwwwww