Home > Berita > Umum

Banyak Peluang Kerja di Dunia Penerbangan Komersial, Dirgantara Flight School Medan Bantu Wujudkan Impian Kawula Muda

Banyak Peluang Kerja di Dunia Penerbangan Komersial, Dirgantara Flight School Medan Bantu Wujudkan Impian Kawula Muda
Senin, 07 Maret 2022 12:22 WIB
Abdul Roni

MEDAN, POTRETNEWS.com — Dunia penerbangan, ternyata bukan hanya cuma pilot saja seperti yang selama ini selalu dicita-citakan anak Sekolah Dasar (SD), tapi ternyata banyak yang lainnya yakni pramugara dan pramugari, Manajemen Transportasi Udara (MTU), Ground support Equipment (GSE) dan Aviation Security. Maka wajar saja jika banyak orang yang tidak mengetahui bahwa ada banyak kesempatan bekerja di dunia penerbangan komersial.

Untuk itu Dirgantara Flight School (DIFIS) Medan yang berlokasi di Jalan Yose Rizal No.125 Sei Rengas I Kota Medan berupaya membangun solusi bagi kaum milenial yang sudah tamat maupun yang akan menamatkan proses belajarnya dari SMA Sederajat di Sumatera Utara (Sumut) tahun 2022 ini.

“Kami tidak perlu muluk-muluk. Karena Dirgantara Flight  School ini sudah punya bukti di sejumlah kota besar seperti Makasar, Manado, Kendari, Balikpapan, Pontianak, Palu, Bali terutama Kota Medan, merupakan kota ke empat yang sudah dibuka pada Nopember 2021 lalu,” kata Debi Rejeki Sibarani, Staff Khusus Dirgantara Flight School (DIFIS) Medan, didampingi Pimpinan Cabang Kiko Altama Pribadi kepada wartawan, akhir Pebruari 2022 lalu.

Keduanya yakin sekolah ini akan mendapat tempat di hati masyarakat Sumatera Utara, terutama Kota Medan, karena peluang mendapat kerja di DIFIS Medan cukup besar seperti pramugara dan pramugari, MTU, GSE, AVSEC dan lainnya.

Disebutkan, apa saja sebenarnya tugas pramugara dan pramugari. “Tugasnya adalah crew maskapai penerbangan yang bertugas di pesawat selama penerbangan berlangsung dan membuat rasa nyaman bagi penumpang selama perjalanan,” ucap wanita yang biasa dipanggil Kiki itu.

Sedangkan Avsec adalah personil keamanan yang mempunyai tugas menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang dan semua yang berhubungan dengan penerbangan. Tugas seorang Avsec, lanjutnya, selain pemeriksaan penumpang, pemeriksaan awak pesawat dan kabin crew, pengawasan access control ke sisi udara, pemeriksaan penumpang transit dan transfer, juga pemeriksaan senjata api, senjata tajam dan benda lainnya yang berbahaya, pengawasan jalur menuju pesawat udara, penertiban kargo, pengawasan kiriman pos dan diplomatic dan pemeriksaaan barang illegal.

Sementara itu, sambung Kiki, Manajemen Transportasi Udara (MTU) tugasnya mempelajari tentang perencanaan, pengoperasian, perancangan, dan pemeliharaan system transportasi udara. Sedangkan GSE Personel Bandara yang bertanggung jawab pada saat on ground off loading (persiapan keberangkatan maupun kedatangan).

Berapa uang sekolahnya?

Cuma Rp.29 juta untuk satu tahun sudah termasuk  pendaftaran Rp.500 ribu. Uang sekolah juga dapat dicicil selama 6 bulan. Di DIFIS Medan ini juga ada fasilitas sekolah 3 bahasa, seperti Bahasa Inggris, Jepang dan Mandarin.

Pendaftaran gelombang I sampai akhir Desember 2021, sedang gelombang kedua sampai akhir April 2022. Lalu timbul pertanyaan, apakah dengan masuk sekolah ini sudah terjamin kerja?

Itu kembali kepada kinerja dan pembelajaran siswa yang dilatih untuk siap bekerja selama dalam pendidikan ujar Kiki. Bahkan, tidak sedikit siswa dalam pendidikan sudah diminta pihak maskapai di antaranya pramugara dan pramugari.

“Ini pengalaman yang sering terjadi di beberapa cabang Dirgantara Flight School seperti Makasar dan lainnya. Kami berharap, selama menjalani pendidikan para siswa dapat mengikutinya dengan fokus. Sehingga sebelum menamatkan di sekolah ini mereka dipinang pihak maskapai yang ada di Indonesia,” pungkas Kiki. ***

Kategori : Umum
wwwwww