Surat Pernyataan Vaksin Anak di Pekanbaru Direvisi, Dua Poin Dihapus

Surat Pernyataan Vaksin Anak di Pekanbaru Direvisi, Dua Poin Dihapus

Sekdako Pekanbaru, Muhammad Jamil.

Sabtu, 15 Januari 2022 15:31 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Surat pernyataan vaksin anak usia 6-11 tahun di Kota Pekanbaru akhirnya diubah. Pemerintah Kota (Pemko) merevisi poin yang ada di surat pernyataan yang sempat menuai protes dari orang tua tersebut.

Awalnya, ada empat poin di dalam surat pernyataan itu. Pertama, Saya memberikan Persetujuan (YA/TIDAK) untuk dilakukan Tindakan Vaksinasi Covid-19 kepada anak saya yang berusia di bawah 12 tahun.

Kedua, Saya telah memahami informasi dan penjelasan yang telah disampaikan oleh dokter/perawat/bidan/tenaga medis lainnya.

Lalu Ketiga, Saya telah memahami sepenuhnya atas resiko yang dapat ditimbulkan setelah Vaksinasi Covid-19 terhadap anak saya tersebut.

Serta, Keempat, Saya bertanggung sepenuhnya dan membebaskan pihak Panitia dan Penyelenggara Sentra Vaksin berikut dengan Tenaga Medis atau akibat dan resiko dari Vaksinasi Covid-19 yang dapat terjadi terhadap anak saya di kemudian hari. 

Poin ketiga dan keempat itu sempat menuai kontra. Namun, pada akhirnya poin ketiga dan keempat itu dihapuskan lantaran dinilai tidak tepat dan seolah penyelenggara lepas tangan jika ada resiko yang timbul setelah divaksin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Muhammad Jamil mengatakan, poin 3 dan
4 tersebut sudah dihapus. Selain itu, surat yang beredar itu belum ditandatangani.

"Itu kan yang lama, yang disebarkan lagi, itu konsep yang belum ditandatangani lagi, belum di-ACC," kata Jamil, Sabtu (15/1/2022), dilansir dari Cakaplah.com.

Ia mengakui, poin tiga dan empat itu sangat berat bagi orang tua atau wali murid. "Kita kan sama-sama punya anak, jadi kita minta untuk dihilangkan saja. Kita saja yang baca tidak enak, makanya kita hapus, tinggal poin satu dua aja lagi," jelasnya.

Ia juga memastikan, hingga kini tidak ada kasus ataupun gejala berat yang dialami anak setelah divaksin. Ia juga menyebut tidak ada lagi kendala yang dialami saat orang tua membuat surat pernyataan tersebut.

"Sekarang tidak ada masalah lagi, karena tidak ada unsur keterpaksaan," pungkasnya. ***

Editor:
Akham Sophian

wwwwww