Kalah Banding di PT TUN, Seorang Pegawai UIN Riau Wajib Ganti Rp700 Juta yang Hilang Dirampok
![]() |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta mengabulkan permohonan banding BPK terkait ganti rugi Rp 700 juta oleh pegawai UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Duit Rp 700 juta itu hilang dirampok. Berdasarkan putusan banding Nomor 199/B/2021/PT.TUN.JKT tanggal 15 November 2021 yang dilihat detikcom di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Jakarta, majelis hakim menyatakan menerima eksepsi dari BPK sebagai Pembanding.
Dalam putusannya, majelis menghukum pegawai UIN membayar biaya perkara yang timbul di kedua tingkat pengadilan. Putusan ini membatalkan putusan PTUN Jakarta No 3/G/2021/PTUN.JKT yang memenangkan dua pegawai UIN Suska.Putusan itu juga menyatakan Surat Keputusan Pembebanan yang diterbitkan oleh BPK adalah sah dan tetap berlaku. Kedua pegawai UIN Suska, Samsul Kamar dan Desy Sesmita Wati, diwajibkan mengganti kerugian negara senilai Rp 700 juta yang terjadi akibat perampokan. Kuasa hukum Syamsul dan Desy, Hasan Basri, mengaku telah menerima putusan tersebut. Putusan diterima, Selasa (16/11) kemarin, melansir Detik.com."Putusan menerima eksepsi tergugat karena tenggang waktu udah lewat. Mengabulkan banding BPK dan klien kami harus membayar ganti rugi," kata Hasan.Atas putusan itu, Hasan mengaku masih mempertimbangkan untuk melakukan upaya hukum terakhir, yakni kasasi. Dia mengaku harus berdiskusi dengan kedua kliennya.Akham Sophian

























