Seorang Nelayan di Aceh Akhiri Hidup dengan Gantung Diri karena Terlilit Utang di ”Bank 47”

Seorang Nelayan di Aceh Akhiri Hidup dengan Gantung Diri karena Terlilit Utang di ”Bank 47”
Minggu, 03 Oktober 2021 17:14 WIB

PIDIE, POTRETNEWS.com — Akhir tragis nelayan terlilit hutang ke rentenir di Aceh hingga nekat mengakhiri hidupnya. Korban bernama MA (36) adalah seorang nelayan asal Gampong Pasi Rawa Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. MA nekat menggantung pada kayu gantungan plafon di rumah rumahnya, Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 06.30 WIB.

Belakangan polisi menemukan surat yang ditulis pada lembaran buku tulis berjumlah 28 baris. Surat yang ditulis korban tersebut adanya tanda tangan.

"Kita menemukan surat itu di dalam saku celana korban," kata Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Rizal, kepada Serambinews.com, Sabtu (2/10/2021), melansir Tribunnews.com.

Ia menjelaskan, isi surat tersebut ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Aceh, antara lain korban terlilit utang dengan rentenir alias lintah darat "bank 47". Selain itu, dalam surat itu korban mohon ampun kepada Allah.

Ia menyebutkan, MA diketahui tergantung saat Yusnaini datang ke rumah korban hendak menjemput anak korban, guna diantar ke sekolah. Saat itu, pintu rumah korban masih tertutup yang dikunci dari dalam. Yusnaini mengetuk pintu rumah korban, tapi tidak ada suara di dalam rumah. Akhirnya Yusnaini memanggil tetangga rumah korban bernama Saipul.

Lalu, datang Saipul bersama Rasadan ke rumah korban. Rasadan mengintip dari jendela rumah, yang terkejut menyaksikan korban dalam keadaan tergantung, yang leher terikat tali. Rasadan mendobrak pintu rumah korban, sekaligus menemukan korban tidak bernyawa.Rasadan bersama Saipul menurunkan korban dari kayu gantungan plafon rumah korban.

"Jasad korban akhirnya dilakukan fardhu kifayah yang dikebumikan pada hari itu juga," jelas Iptu Muhammad Rizal. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim
wwwwww