Oknum Dokter di Semarang yang Campur Sperma ke Makanan Korbannya Ternyata Alami Gangguan Jiwa
![]() |
SEMARANG, POTRETNEWS.com — Oknum dokter di Semarang yang terjerat kasus pelecehan seksual kembali menjadi sorotan. Itu setelah munculnya hasil pemeriksaan kejiwaan dari rumah sakit di Kota Semarang. Aksi 'aneh' oknum dokter berinisial DP tersebut terungkap pada Oktober 2020.
Ia nekat mencampur sperma ke makanan yang korbannya yang diketahui teman suami korban. DP merupakan teman suami dari korban yang tinggal dalam satu rumah kontrakan di daerah Kota Semarang. Saat suami korban tidak berada di rumah, DP mengintip korban ketika mandi lalu melakukan onani.Dokter yang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas di Kota Semarang nekat mencampurkan sperma ke dalam makanan yang hendak dikonsumsi oleh korban. Korban yang lantas curiga merekam kondisi ruang makan dengan menggunakan i-Padnya.Sebab, beberapa kali tudung saji dan makanan berubah posisi. Korban mengalami trauma berat, gangguan makan hingga harus memulihkan kondisi psikologisnya usai mengetahui rekaman video tersebut.Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 281 ayat (1) KUHP tentang Kesusilaan. Diketahui DP tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara. Dalam pasal tersebut dijelaskan barang siapa sengaja merusak di muka umum ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan. Hasil pemeriksaan kejiwaan oleh rumah sakit di Kota Semarang menunjukkan, dokter yang mencampurkan sperma ke makanan dinyatakan gangguan jiwa.Kabidhumas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan pemeriksaan kejiwaan tersangka dilaksanakan secara maraton selama dua minggu oleh tim dokter dari berbagai disiplin medis.Akham Sophian

























