Sengketa Pertanahan Marak di Riau, Begini Modus yang Kerap Dilakukan Mafia
![]() |
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia |
RIAU, POTRETNEWS.com — Panitia Kerja (Panja) Mafia Tanah Komisi II DPR RI turun ke Riau, Senin (13/9/2021). Bukan tanpa alasan, kedatangan tim panja tersebut ditengarai banyaknya permasalahan sengketa tanah atau lahan di provinsj yang berjuluk "Bumi Lancang Kuning".
Dalam sebuah wawancara khusus dengan potretnews.com, Senin malam, Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan pihaknya sudah membentuk tiga panitia kerja pada tahun 2021 yaitu; panitia kerja pemberantasan mafia pertanahan, panitia kerja tata ruang dan terakhir panitia kerja evaluasi pengukuran hak guna usaha (HGU), hak guna bangunan (HGB) dan hak pengelolaan lahan (HPL).Berdasarkan penelusuran panitia kerja, tiga modus para mafia tanah terkait HGU, HGB, dan HPL itu antara lain; pertama, negara atau pemerintah memberikan hak sekian hektar ke perusahaan tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Sehingga, bisa dikategorikan ditelantarkan. Hal itu mengakibatkan negara tidak mendapatkan pemasukan negara akibat penelantaran lahan tersebut."Kemudian ada juga sebagai pihak yang mendapat hak itu mengagunkan ke bank dan mendapatkan kredit kemudian tak diurus. Itu yang pertama kita tertibkan," ujar Ahmad Doli Kurnia Tandjung.Berikutnya yang kedua kata Doli, adanya temuan atas perusahaan yang diberi hak tanah 10.000 hektar tetapi dalam perjalanannya itu digarap lebih dari 10.000 hektar. Bahkan mencapai 100.000 ribu hektar.
























